Pertandingan di Cabor Terbang Layang di Timika, Jumat (24/9/2021)/Foto : humassubpnmimika
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Perlombaan cabang olahraga (Cabor) terbang layang PON XX Papua hari pertama, Kamis (23/9/2021) dan hari kedua, Jumat (24/9/2021) berjalan lancar. Meskipun, cuaca di Mimika sore hari selalu mendung, namun terbang layang selalu bisa dimulai on time pukul 16.00 WIT di Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika.
Perlombaan hari pertama dan kedua itu dengan nomor yang sama yakni Precision Landing (ketepatan mendarat-red) Single Seater Putri dari grup A, dan Precision Landing Single Seater Putra grup B.
Nilai tertinggi lomba hari pertama Atlet Penerbang Putra Andri dari Papua sebagai tuan rumah dengan total nilai akhir 1238,65, disusul Nurohman dari Jawa Tengah nilai akhir 1235,65, Camar dari Jawa Timur nilai akhir 1227,15, Sutikno dari DKI Jakarta nilai akhir 1200,97, Sugianto dari Jawa Barat nilai akhir 1193, 26, Aris dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) nilai akhir 1115,28, dan Adam dari Banten nilai akhir 1113,81.
Sementara kategori Precison Landing Single Seater Putri, Grup B ronde A nilai tertinggi dari Atlet Penerbang Ina dari Jawa Barat nilai akhir 1208,63, disusul Adhitya dari DKI Jakarta nilai akhir 1197,30, Lilis dari Yogyakarta nilai akhir 1159,96, Lina dari Papua, Ifa dari Jawa Tengah, dan Dewi dari Kontingen Banten dengan nilai akhir yang sama 250.00.
“Lina dari Papua tidak mendapat beberapa nilai sebelum ditotal menjadi nilai akhir karena berhenti di luar jalur, Ifa dari Jawa Tengah juga berhenti di luar jalur, dan Dewi dari Kontingen Banten berhenti di luar jalur, sentuh jalur luar,” terang Wasit Perlombaan Terbang Layang PON XX Papua, Klaster Mimika, Mayor Tek Jatmiko di Hangar Bandara Internasional Moses Kilangi Sisi Selatan, Kamis (23/9/2021).
Pada hari kedua nomor Precision Landing Single Seater Putri grup A hanya dikuti 6 kontingen karena kontingen Papua batal ikut.
Nilai tertinggi dikumpulkan Dewi dari Kontingen Jawa Tengah dengan total nilai 1231,30. Disusul Monica dari DKI Jakarta nilai akhir 1222,96, Lona dari DIY nilai akhir 1130,11, Devy Discha dari Jawa Timur nilai akhir 225.00. Devy tidak mendapat beberapa nilai karena berhenti di luar jalur telepon radio. Sementara Rosi dari Jawa Barat dan Ari dari Banten mendapat nilai akhir yang sama yakni 250,00.
Keduanya ini juga tidak mendapat beberapa nilai karena Rossi berhenti di luar jalur, sementara Ari menyentuh jalur luar dan mendarat di luar jalur.
Sementara untuk nomor Precision Landing Seater Putra grup B, untuk ronde A nilai tertihgi 1218,81 diraih Atlet Penerbang Ghazi kontingen dari DKI Jakarta. Disusul Hengki dari Jawa Tengah nilai akhir 1207,64, Joko Gunadi dari Jawa Barat nilai akhit 1162,77, Jatayu dari Jawa Timur nilai akhir 1147,92, Danang dari DIY nilai akhir 1136,14 , Tri Kahono dari Banten nilai akhir 1046,13 Tri Kahono, Samuel dari Papua nilai akhir 250,00. Samuel tidak mendapatkan beberapa nilai karena berhenti di luar jalur.
Pada hari pertama untuk nomor lomba Precison Landing Single Seater Putra Grup A, ronde pertama hanya diikui 6 kontingen dari yang seharusnya 7 kontingen yakni Kontingen Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Papua. “Jadi yang tidak ikut dalam hari pertama ini kontingen dari Jawa Timur,” ungkap Ketua Pertandingan Cabor terbang layang, Mayor PNB Zen, di Hangar Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika sisi Selatan.
Zen menjelaskan selama dua hari ini hanya ada dua nomor yang dilombakan dari 4 nomor. “Kami sudah melaksanakan dua nomor precison landing single seater putra, Grup A dan precison landing single seater putri, Grup B. Ada dua nomor yang bisa kita laksanakan, karena terkendala cuaca kita rencana empat tapi baru laksanakan dua,” ujarnya.
Zen mengatakan perlombaan dibagi menjadi grup A dan grup B karena satu kontingen ada yang mengirimkan dua atlet. Seharusnya ada 9 Provinsi yang mengirimkan atlet yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Papua, Kalimantan Timur dan Bali. Namun namun kontingen dari Kalimantan Timur dan Bali tidak diberangkatkan oleh pihak KONI setempat.
“Jadi hanya 7 kontingen dengan total atlet yang saya hitung ada 58 orang,” sebutnya.
Ia mengatakan dalam perlombaan ini direncanakam tiap nomor ada dua ronde, nanti final ada dua ronde dan nilai akan digabung. “Jadi ini kesempatan yang diberikan itu dua kali,ronde 1 ronde 2,” terangnya.
Dikatakan dalam nomor ketepatan mendarat, wasit akan melihat ketepatan mendarat atlet dalam 4 kotak yang sudah disediakan. Jika atlet berhenti sebelum kotak nilainya 0, masuk di kotak namun saat berhenti menyentuh jalur luar kotak juga nilainya 0. Begitu juga jika sayapnya keluar kotak. “Jadi dia harus masuk di kotak pertama dan berhenti di kotak terakhir. Siapa yang mendekati garis terakhir itu nilai paling tinggi,” terangnya.
Ia menyebutkan total pesawat layang yang ada saat ini ebanyak 17 yang merupakan milik sejumlah kontingen. Perlombaan Terbang Layang hari pertama dihadiri Wakil Bupati Mimika, John Rettob, Dandim 1710 Mimika, Letkol inf Yoga Cahya Presetya dan sejumlah aparat TNI lainnya. (*humassubpbponmimika/evi)
