MIMIKA, (timikabisnis.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mulai mempersiapkan penerapan sistem Merit ASN melalui manajemen talenta sebagai langkah mewujudkan penempatan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, kompeten, dan sesuai dengan kualifikasi masing-masing.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa ke depan, hasil pemetaan kompetensi atau profiling ASN akan menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan penempatan pegawai, mutasi, promosi, hingga pengangkatan dan pemberhentian dari jabatan.
Menurut Rettob, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah memberikan rekomendasi kepada Pemkab Mimika untuk menerapkan sistem tersebut. Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan surat edaran serta Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar pelaksanaannya.
Ia menjelaskan, melalui manajemen talenta, setiap ASN akan dinilai berdasarkan kompetensi, potensi, serta rekam jejak kinerjanya. Dengan demikian, penempatan pegawai di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dapat dilakukan secara lebih objektif dan tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Johannes Rettob saat memimpin apel ASN pada Senin (2/11/2026) di halaman Pusat Pemerintahan (Puspem), SP 3.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti masih rendahnya partisipasi pegawai dalam mengikuti profiling, meskipun fasilitas tersebut telah disediakan secara gratis.
Dari kuota sekitar 5.000 peserta yang diberikan, tercatat sebanyak 259 ASN tidak mengikuti profiling tanpa keterangan yang jelas. Padahal, hasil pemetaan tersebut sangat penting untuk mengetahui potensi dan kecocokan pegawai dengan bidang pekerjaan maupun jabatan tertentu.
” Dari hasil profiling akan diketahui Bapak/Ibu cocoknya di dinas mana dan bekerja di bidang apa. Jadi, yang menentukan seseorang layak menjadi pejabat atau tidak bukan karena keputusan pribadi saya maupun pelaksana, tetapi berdasarkan hasil pemetaan kompetensi masing-masing,” tegas Rettob.
Ia mengungkapkan, jumlah ASN di Kabupaten Mimika saat ini mencapai 8.897 orang, terdiri dari 5.038 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 3.859 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Khusus untuk PNS, sebanyak 3.194 orang telah mengikuti profiling, sementara 1.843 lainnya belum melaksanakan tahapan tersebut.
Rettob menyayangkan kesempatan yang telah diberikan pemerintah secara cuma-cuma namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebab, apabila dilakukan secara mandiri, biaya profiling diperkirakan mencapai Rp500 ribu untuk setiap peserta.
Selain meminta ASN mengikuti profiling, Bupati juga menekankan pentingnya memperbarui dan melengkapi data kepegawaian melalui aplikasi MyASN. Setiap pegawai diminta memastikan seluruh dokumen administrasi, mulai dari surat keputusan (SK) jabatan, arsip kepegawaian hingga dokumen pendukung lainnya, telah diunggah secara lengkap.
ASN juga diminta mencatat berbagai pengalaman kerja, keterlibatan dalam tim, serta kegiatan pengembangan kapasitas, termasuk pelatihan dan sosialisasi yang pernah diikuti. Dokumen berupa sertifikat kegiatan dinilai dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat rekam jejak dan penilaian kompetensi pegawai.
Untuk itu, Rettob meminta seluruh ASN membiasakan diri memeriksa dan memperbarui data pada aplikasi MyASN secara rutin, setidaknya 10 hingga 15 menit setiap hari.
” Sempatkan waktu setiap hari, 10 sampai 15 menit untuk membuka MyASN. Periksa apa saja yang masih kurang dan perlu dimasukkan agar data serta nilai kompetensi Bapak/Ibu bisa terus meningkat,” pesannya.
Ia juga menginstruksikan seluruh pimpinan OPD agar memberikan sertifikat kepada pegawai yang mengikuti kegiatan sosialisasi, pelatihan maupun aktivitas lain yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurutnya, setiap kegiatan pengembangan kompetensi harus didukung dengan bukti administrasi yang jelas sehingga dapat dimasukkan ke dalam rekam jejak masing-masing ASN.
Lebih lanjut, Rettob memgatakan, Pemkab Mimika akan segera melakukan sosialisasi secara menyeluruh terkait penerapan manajemen talenta. Langkah ini bertujuan agar seluruh ASN memahami mekanisme sistem merit sekaligus menyadari pentingnya mengikuti profiling dan memperbarui data kepegawaian.
Ia berharap seluruh aparatur dapat lebih disiplin dan proaktif mempersiapkan diri, mengingat kelengkapan data serta hasil pemetaan kompetensi akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pengembangan karier ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. ( Lyddia Bahy).

