MIMIKA,(timikabisnis.com) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mematangkan persiapan pelaksanaan program Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Program strategis nasional ini dirancang dengan sistem berbasis asrama guna menyediakan pendidikan berkualitas. Selain menitikberatkan pada pencapaian akademik, program ini juga mengedepankan pembentukan karakter serta pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik agar dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan terarah.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program yang dikelola oleh Kementerian Sosial sebagai bagian dari kebijakan nasional.
Dalam pelaksanaannya, kementerian tersebut bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dalam aspek pembelajaran, sementara pembangunan fisik sekolah ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung program tersebut, khususnya dalam penyediaan lahan sebagai syarat utama dimulainya pembangunan.
“Tugas kami di daerah adalah menyiapkan lahan yang menjadi syarat dimulainya pembangunan,” ujar Johannes, Senin (30/3/2026).
Di Kabupaten Mimika, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan di bekas kawasan asrama Iwaka. Kesiapan lahan ini menjadi langkah awal yang krusial sebelum proses pembangunan fisik dilakukan oleh pemerintah pusat.
Ia menegaskan, langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pemerataan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan yang lebih baik dan terjangkau.
Saat ini, proses pembangunan masih menunggu tahapan lanjutan dari pemerintah pusat.
Dengan sinergi lintas kementerian dan dukungan pemerintah daerah, program Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 diharapkan segera terealisasi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Lahan sudah siap di bekas pola asrama Iwaka, dan kini kita tinggal menunggu proses pembangunan berjalan. Kami berharap tahun ini segera terealisasi agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandasnya.(Liddya Bahy)

