SATP Milik YPMAK Siapkan Kurikulum ACE, Fokus Akademik dan Pendidikan Karakter   

MIMIKA, (timikabisnis.com)– Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT. Freeport Indonesia (PTFI) memiliki berbagai program pembelajaran yang bertaraf internasional.

Salah satu program internasional yang diterapkan di SATP adalah program Academic Competencies in English (ACE).

Kepala SATP, Sonnianto Kuddi mengatakan program tersebut akan dilaunching pada pertengahan semester tepatnya di bulan Juli. Program ini merupakan kurikulum internasional yang akan diterapkan di SATP.

” Program ini sudah dijalankan hanya saja kami lebih serius lagi menanganinya sehingga ketika selesai dari sini anak-anak bisa mendapatkan sertifikat dan melanjutkannya ke sekolah internasional dimanapun,” ucap Sonnianto, saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah pendidikan karakter. Menurutnya, pendidikan karakter ini menjadi fondasi utama dalam mengembangkan nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga dengan adanya pendidikan karakter mampu membentuk pribadi anak-anak SATP yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga bermoral dan memiliki kualitas kepribadian yang baik.

Sonnianto menerangkan, pendidikan karakter yang ditanamkan di SATP menjadi landasan utama sebagai upaya sistematis untuk mengajarkan nilai-nilai positif kepada siswa melalui berbagai aktivitas dan interaksi sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas.

” Anak-anak diajarkan untuk disiplin dan bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan baik di asrama maupun lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia pun mencontohkan seperti disiplin disaat bangun pagi, antri saat makan, apel pagi, berdoa bersama hingga meditasi.

Saat bangun pagi misalnya anak-anak harus melipat selimut, saat makan harus antri dan lain sebagainya.

Terkait meditasi, Sonnianto menjelaskan meditasi sendiri bertujuan agar anak-anak lebih bisa mengontrol dirinya, juga bagaimana menciptakan hubungan yang baik dengan Tuhan.

” Jadi kami disini ada program meditasi di pagi hari anak untuk menenangkan diri sebelum memulai pelajaran. 15 menit energi difokuskan untuk meditasi,” jelasnya.

Tentunya, bagi anak-anak ini rutinitas pendisiplinan yang terkesan membosankan dan tidak gampang. Berat bagi sebagian anak untuk menjalankannya.

Oleh karena itu, dilakukan pembinaan secara khusus untuk mendampingi anak-anak tersebut.

” Kami ada student personal development yang khusus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap siswa-siswi yang merasa jenuh dengan aktivitas tersebut,” ungkapnya.

Dalam mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan itu, kata Sonnianto, pihaknya melakukan kegiatan yang menyenangkan di akhir pekan seperti senam bersama, games dan pertemuan-pertemuan yang mengakomodir pendapat-pendapat dari anak-anak.

” Setiap weekend kami lakukan kegiatan bersama seperti senam, games dan pertemuan untuk mendengarkan setiap pendapat anak-anak demi menghindari kejenuhan akan rutinitas tersebut,” pungkasnya. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *