MIMIKA,(timikabisnis.com) – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Papua, khususnya Papua Tengah, dalam kondisi aman.
Hal ini disampaikan Sales Area Manager Retail Papua Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Warih Wibowo,
menyusul beredarnya isu yang menyebut cadangan BBM nasional hanya cukup untuk sekitar 20 hari.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menyebut cadangan BBM nasional berada pada kisaran 20 hari. Pernyataan tersebut memicu perhatian publik, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sales Area Manager Retail Papua Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Warih Wibowo, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan BBM.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir hingga melakukan panic buying. Pemerintah bersama Pertamina terus mengupayakan pasokan BBM dari berbagai sumber, tidak hanya bergantung pada satu wilayah saja,” ujar Warih saat diwawancarai, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini distribusi BBM di wilayah Papua Tengah masih berjalan normal. Pasokan BBM dikirim menggunakan kapal tanker ke terminal penerimaan BBM, kemudian disalurkan kepada pihak penyalur (jobber) di Timika hingga ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Menurutnya, angka 20 hari yang disebutkan merujuk pada kapasitas cadangan BBM di tangki penyimpanan atau Terminal Oil Receiver (TOR), bukan berarti stok BBM hanya tersedia selama 20 hari tanpa adanya pasokan tambahan.
“Angka tersebut menggambarkan kapasitas penyimpanan di tangki yang mampu menampung kebutuhan sekitar 20 hari. Namun stok BBM tidak hanya berada di tangki karena ada juga pasokan yang sedang dalam perjalanan menggunakan kapal. Ketika kapasitas penyimpanan berkurang, pasokan baru akan segera masuk,” jelasnya.
Menjelang Ramadan, kata Warih Pertamina juga telah membentuk satuan tugas (Satgas) untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar serta merespons cepat apabila muncul kendala atau isu terkait pasokan BBM di lapangan.
“Menjelang Ramadan kami menyiapkan Satgas yang bekerja lebih intensif. Jika ada isu atau kendala terkait distribusi energi, tim kami akan segera menindaklanjuti agar pasokan tetap terjaga,” pungkasnya.(Liddya Bahy)

