Ketika Jarak Tak Mampu Memisahkan Rasa Kemanusiaan, SMPN 8 Timika Ulurkan Kasih untuk Korban Gempa di Flores

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Jarak antara Timika, Papua Tengah, dan Tanah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ternyata tak mampu memisahkan rasa kemanusiaan. Di tengah duka yang sedang dirasakan masyarakat Flores akibat bencana gempa bumi, keluarga besar SMP Negeri 8 Timika memilih untuk hadir, berbagi, dan mengulurkan kasih.

Kepedulian itu diwujudkan melalui penyerahan bantuan kemanusiaan kepada Posko Peduli Gempa Flores – NTT Kabupaten Mimika di Lapangan Timika Indah, Kelurahan Timika Indah, Distrik Mimika Baru, Sabtu (22/8/2026) siang.

Rombongan keluarga besar SMPN 8 Timika dipimpin langsung Kepala SMPN 8 Timika, Tania Sihombing, S.Pd., M.Pd., didampingi sejumlah tenaga pendidik serta keluarga besar sekolah.

Kehadiran mereka diterima Ketua Panitia Peduli Gempa Flores – NTT Kabupaten Mimika, Paul Weti, bersama Sekretaris II Flobamora Mimika, Adrianus Adinong Plesung, Ketua Flobamora Mimika Gabriel Zezo, pengurus Pemuda Flobamora, pengurus sektor dan subsektor, serta warga Flobamora Mimika.

Bantuan yang diserahkan bukan sekadar barang. Di balik setiap karung beras, dus makanan, dan kebutuhan lainnya, terselip pesan sederhana bahwa duka yang dirasakan saudara-saudara di Flores juga menjadi duka bagi mereka yang berada ribuan kilometer jauhnya.

Keluarga besar SMPN 8 Timika menyerahkan bantuan berupa beras sebanyak 200 kilogram, dua koli mi instan, minyak goreng, kopi, gula, Teh Pucuk, pakaian bekas layak pakai, serta susu.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung setelah panitia bersama keluarga besar Flobamora Mimika melakukan penggalangan dana di sejumlah titik lampu merah di wilayah Kota Timika.

Ketua Panitia Peduli Gempa Flores – NTT Kabupaten Mimika, Paul Weti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar SMPN 8 Timika yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa.

“Terima kasih banyak kepada keluarga besar SMPN 8 Timika yang telah memberikan bantuan kepada keluarga kami di Flores-NTT yang terdampak bencana alam (gempa bumi). Beberapa hari belakangan ini pun masih terjadi gempa susulan di Tanah Flores,” ujar Paul.

Ia mengatakan, seluruh bantuan yang terkumpul akan diteruskan kepada masyarakat terdampak di Flores dalam waktu mendatang.

Menurutnya, kepedulian masyarakat Mimika terhadap korban gempa Flores juga sangat besar. Tidak hanya kelompok dan organisasi, masyarakat secara perorangan pun turut datang menyerahkan bantuan secara sukarela, langsung di posko.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Mimika yang dalam beberapa hari ini telah memberikan sumbangan melalui penggalangan dana yang dilakukan Flobamora di sejumlah titik lampu merah di Kota Timika. Ada juga masyarakat yang datang secara pribadi maupun kelompok untuk menyerahkan bantuan dari hati langsung ke posko,” katanya.

Sekretaris II Flobamora Mimika, Adrianus Adinong Plesung, turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SMPN 8 Timika.

“Terima kasih atas uluran kasih dari SMPN 8 untuk keluarga kami di Tanah Flores. Semoga bantuan yang bapak dan ibu berikan dapat meringankan beban keluarga kami di Flores,” ungkap Adrianus.

Sementara itu, Kepala SMPN 8 Timika, Tania Sihombing, mengatakan keluarga besar sekolah turut merasakan kesedihan yang dialami masyarakat Flores akibat bencana gempa bumi.

Menurut Tania, kepedulian tersebut memiliki ikatan emosional bagi keluarga besar SMPN 8 Timika. Sebab, sejumlah tenaga pendidik di sekolah tersebut berasal dari NTT.

“Di SMPN 8 ada beberapa tenaga pendidik atau guru yang berasal dari NTT. Karena itu, musibah yang terjadi di Flores juga menjadi duka bagi kami,” kata Tania.

Rasa prihatin keluarga besar SMPN 8 semakin mendalam karena salah satu guru yang mengabdi di sekolah tersebut orang tua-nya menjadi korban terdampak gempa.

“Orang tua dari salah satu guru kami ikut terdampak. Rumahnya roboh dan orang tuanya bahkan tertimpa balok. Tentu sebagai manusia, kami sangat sedih melihat dan mendengarkan informasi atas kondisi tersebut,” tuturnya.

Bagi keluarga besar SMPN 8 Timika, bantuan tersebut mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan besarnya kebutuhan masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Namun, mereka berharap apa yang diberikan dapat menjadi penguat bagi saudara-saudara di Flores yang kini tengah berjuang melewati masa sulit.(Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *