Kampung Paripi – Aparuka – Manoware Gelar Pesta Karapau Selama Dua Hari

Barisan ibu-ibu yang lagi menunggu anaknya keluar dari Rumah Karapau, di Kampung Paripi, Distrik Amar, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (01/06/2022) /Foto : Fernando Rahawarin

 AMAR, (timikabisnis.com) –  Kampung Paripi distrik Amar, kabupaten Mimika, Papua menggelar Pesta Adat Karapau (Pendewasaan anak anak Mimika Wee) selama dua hari, sejak Selasa (31/5/2022) hingga Rabu (1/6/2022) di Kampung Paripi, Distrik Amar.

Sebagaiman pantauan dari wartawan timikabisnis.com, Fernando Rahawarin, pesta Karapau yang digelar oleh warga Kampung Paripi dengan juga diikuti oleh Kampung Aparuka dan Kampung Manoware sejak beberapa hari sebelum hari pelaksanaan ratusan warga dari tiga kampung melakukan persiapan awal hingga pelaksanaan dua hari.

Kepala Suku Kampung Paripi, Emanuel Warmani mengatakan, bahwa pesta Karapau merupakan pesta pendewasaan diri dimana setiap anak-anak Mimika Wee yang beranjak remaja wajib mengikuti tradisi karapau ini.

“Tradisi Karapau ini selain merupakan pesta pendewasaan anak juga sebagai sarana orang orang tua suku Mimika Wee dalam melatih anak-anaknya mengenal budayanya sendiri, contohnya seperti tarian, lagu-lagu dan tradisi menikam Babi diajarkan saat pesta karapau,”kata Emanuel Warmani di Kampung Paripi, Rabu (1/6/2022).

Masih kata Emanuel, karna pada dasarnya nilai-nilai budaya ini selalu akan diceritakan saat adanya pesata Karapau yang bertujuan agar tradisi budaya leluhur suku Mimika Wee akan bisa dipertahankan dari generasi berikutnya.

“Suku Mimika Wee mempercayai setiap anak yang mengikuti pesta Karapau ini akan diberikan kesehatan yang baik  dan lebih kuat dalam bekerja dimasa-masa yang akan datang, dan anak-anak yang mengikuti ini sudah sah menjadi anak adat dari kampung tersebut,”katanya.

Dijelaskan Emanuel, bahwa tradisi Karapau ini khususnya di Kampung Paripi biasanya dilakukan setiap selama dua atau tiha  tahun, dengan tujuan agar budaya ini tidak hilang.

Karapao ialah upacara akil balig (inisiasi) bagi anak-anak yang ditandai dengan tindik hidung. Inisiasi dilakukan di dalam rumah panjang, berdinding anyaman daun pandan, beratap daun nipah.

Upacara yang meriah itu berlangsung beberapa hari, mirip sebuah karnaval. Tifa ditabuh, tarian-tarian dipertunjukkan dan nyanyian yang dipimpin seorang ahli (Ndikiarawe) menggema sepanjang upacara.

Tubuh anak-anak yang mengikuti pesta Karapau (diinisiasi) dilukis dengan jelaga, kapur, dan berbagai warna alami yang terbuat dari dedaunan dan biji-bijian. Tiang-tiang besar diukir menjadi Mbitoro, dilukis, dan dibangunkan dengan mantra-mantra yang diucapkan Opakawe (tua adat yang memimpin seluruh prosesi upacara). (Fernando Rahawarin)

Administrator Timika Bisnis