TIMIKA (timikabisnis) – “Ini juara pertama kami selama mengikuti kontingen, senang dan bangga bisa bawa nama papua. Yang paling berat kita bawa nama keluarga, orang tua, pelatih, instansi yang sudah percaya bahwa kita bisa” Ucap Veli dan Fero Minggu (3/10/2021) melalui telepon Seluler.
Itulah ungkapan hati kedua pasangan Judoka Putri Asal Papua kelahiran Biak yang berjuang di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang diselenggarakan di Venue Cabor Judo Graga Eme Neme Yauware Mimika.
Selain itu, “Percaya Diri adalah kunci utama keberhasilan kami” ungkap Feronika Melanesya Rumbewas sebagai “uke anak dari Melkianus Rumbewa dan Carolina Puhili.
Feronika menceritakan bahwa dirinya ikut sebagai atlet Judo berpasangan dengan seprofesinya, tetapi pasangannya itu mengundurkan diri dimasa-masa pra latihan karena umurnya juga lebih tua diatas Fero dan sudah berkeluarga dan punya anak.
“Jadi pertama kali saya punya pasangan itu bukan dia (Devita Alince Obinaru sebagai “tori” maksudnya)” tuturnya.
Lanjutnya, waktu pertama kali saya dipilih itu saya dipanggil sama direktur saya, ditanya siapa yang punya basic olahraga. Kebetulan basic olahraga kami adalah beladiri polri jadi saya di tunjukkan masuk atlet judo, kemudian berlanjut ke latihan.
Tetapi ditengah jalan pasangan saya mengundurkan diri akhirnya mereka minta saya untuk mencari penggantinya yang bisa sehati dengan saya.
“Kebetulan saya deng dia sahabat, jadi saya bilang ada sahabat saya Devita jadi saya mengusulkan dia, kayaknya kita bisa itu” ucapnya sambal tersenyum.
Sebelum ikut berlatih ke Jawa Barat bersama rekannya, Devita anak dari Otto Obinaru dan Dora Aksamina Sada adalah ajudan Ibu KPU, dan setelah masa dinasnya berakhir ia kembali ke direktorat samapta. Lalu di tunjuk sebagai salah satu Judo untuk PON XX berpasangan dengan Feronika.
Perjuangan mereka berdua di ajang PON XX ini cukup menguras tenaga dengan berlatih. Latihan pertama mereka dilakukan Jayapura tahun 2019, kemudian pindah ke jakarta tahun 2020, lalu tahun 2021 di jawa barat ciloto tempatnya pelatnas judo latihan, terus berlanjut ke bali dengan pelatih Sense Songoku orang Jepang selama setahun lebih.
Sebelum mengikuti PON XX, mereka sudah lebih dahulu mengikut kejuaran nasional lewat virtual Tahun 2019 dan mendapat juara tiga.
Saat ini Devita dan Feronika berumur 23 tahun dan sama-sama berpangkat bribda dari kesatuan Ba Dit samapta Polda Papua, satu letting angkatan 4246 juaranugasantara.
Harapan mereka setelah mengikuti PON XX ini, agar kedepan mereka dapat lanjut lagi hingga ke kejuaran-kejuaran lainnya.
Selain itu harapan lain yang mereka pinta agar dapat diberi kesempatan berlibur bersama keluarga mereka.
“Kami minta libur untuk bertemu dengan keluarga, sudah bertahun-tahun kami tidak pulang. Ini pertama kali injak Papua karena PON” tuturnya. (Yunita S)

