Disperindag Mimika Salurkan 40 Ton Minyak Tanah Jelang Lebaran

Penyaluran minyak tanah ini semata-mata untuk membantu warga terutama umat Islam yang akan merayakan Idul Fitri. Dengan begitu, warga tidak kesulitan mencari minyak tanah untuk kebutuhan masak-memasak hidangan untuk hari raya Lebaran

Timika (timikabisnis.com) –┬áJajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika bekerja sama dengan pihak PT Pertamina (Persero) menyalurkan 40 ton minyak tanah ke beberapa titik di Kota Timika guna membantu warga mempersiapkan perayaan Lebaran.

Kepala Disperindag Mimika Bernadinus Songbes di Timika, Senin, mengatakan penyaluran minyak tanah telah dilakukan sejak 29 Mei hingga 31 Mei ke beberapa lokasi di sekitaran Kota Timika yaitu Masjid SP2 dan SP3 masing-masing sebanyak 10 ton, dan Pasar Sentral, Masjid Agung Babussalam Koperapoka, Masjid SP1 dan Masjid SP4 masing-masing sebanyak 5 ton.

“Penyaluran minyak tanah ini semata-mata untuk membantu warga terutama umat Islam yang akan merayakan Idul Fitri. Dengan begitu, warga tidak kesulitan mencari minyak tanah untuk kebutuhan masak-memasak hidangan untuk hari raya Lebaran,” kata Songbes.

Ia menyebut, setiap rumah tangga mendapatkan alokasi minyak tanah sebanyak 15 liter dengan harga pembelian Rp49.500.

Mengingat untuk mencari uang koin Rp500 di Timika cukup sulit, maka diputuskan harga pembelian minyak tanah sebesar Rp50 ribu.

“Kami minta pihak Pertamina selaku penyalur minyak tanah agar mengembalikan Rp500 dari setiap pembelian oleh warga untuk disumbangkan ke masjid masing-masing yang ada di lokasi tersebut,” ujarnya.

Songbes mengatakan jajarannya juga terus memantau ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat menghadapi hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Saat ini, katanya, barang kebutuhan pokok tersedia dalam jumlah cukup melimpah di Timika.

“Kami terus memantau stok barang yang beredar di pasar, jangan sampai ada yang sengaja menimbun sehingga memicu kelangkaan barang lalu harganya akan naik drastis. Sejauh ini semuanya aman, termasuk bawang merah yang sebelumnya naik sampai Rp90 ribu per kilogram, sekarang sudah stabil pada harga Rp60 ribu per kilogram. Kami juga terus memantau ketersediaan stok beras, mengingat beberapa waktu lalu persediaannya berkurang sehingga pedagang menaikan harga beras di Timika,” jelas Songbes. (gby)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *