TIMIKA (timikabisnis.com) – BPJS Kesehatan Kabupaten Mimika mengadakan pertemuan tertutup bersama pemangku kepentingan utama Kabupaten Mimika. Dalam forum tersebut kemitraan BPJS Kesehatan membahas tentang isu di tahun 2021 tentang terjadinya pengurangan kepesertaan BPJS Kesehatan sekitar 54.000 peserta secara keseluruhan.
Penyebab penurunan itu disebabkan oleh karena pada tahun 2021 terjadi Refocusing realokasi karena covid-19 di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Mimika, ucap Reynold Ubra saat usai melakukan pertemuan di Hotel Horison Diana, Jumat (4/6).
“Demikian juga kepesertaan dalam rangka validasi data kepesertaan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia , maka disitu Timika juga terkena dampak” lanjutnya.
Forum yang dilakukan hari ini menurut Reynold adalah bagaimana memikirkan strategi untuk mengembalikan keadaan itu menjadi baik seperti sebelumnya.
Pada Tahun 2020 timika termasuk dalam salah satu kabupaten di Indonesia yang cakupan kepesertaan Bpjsnya mencapai Universal Healt Coverage (UHC) diatas 65 persen, akan tetapi pada semester pertama di tahun 2021 ini kepesertaan BPJS yang tadinya 97 persen turun menjadi 74 persen.
Untuk diketahui UHC merupakan sistem penjamin kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative, bermutu dengan biaya terjangkau.
“Kami mendiskusikan ini untuk melihat penyebabnya, selain karena adanya pandemic covid-19 yang menyebabkan pendanaan refocusing realokasi itu menjadi terdampak, adanya pemutahiran data pada kementrian sosial juga menjadi salah satu penyebabnya” jelasnya.
Dengan adanya pengurangan tentu saja memberikan multiplier effek atau efek penggandaan kepesertaan BPJS termasuk dalam keluarga harapan.
Saat ini pemerintah sedang mencoba memikirkan bagaimana Dinas Sosial dapat berperan untuk mengembalikan jumlah kepesertaan itu diatur sebaik mungkin supaya mencapai UHC.
“Kami coba memetakan sumber-sumber daya yang bisa didorong, seperti Dinas sosial dan Disdukcapil untuk melakukan validasi data terhadap peserta” harapnya.
Wakil Bupati Johannes Rettob juga membenarkan permasalahan yang tengah dialami pemkab mimika bersama BPJS Kesehatan mengenai turunnya jumlah kepesertaan keanggotaan bpjs Kesehatan.
“Hal yang tadi kita sepakati bahwa BPJS Kesehatan di kabupaten mimika sedang menurun sebanyak 54 ribu lebih artinya kita kehilangan kesempatan bantuan keuangan 2 milliar sebulan dari 54.000 sekian” ucap Rettob.
Jika terjadi penurunan di puskesmas berarti kurang lebih pemerintah kekurangan bantuan keuangan untuk BPJS Kesehatan sebesar 300 juta perbulan per puskesmas.
“Artinya kita rugi banyak, nah kenapa sampai dia turun di karenakan kurangnya fasilitas secara baik, juga karena persoalan anggaran dan lain-lain” terangnya.
Ia berharap kedepan agar pemkap mimika dapat betul-betul berkonsentrasi kepada BPJS Kesehatan, dengan berjuang melalui pertama Kementrian Sosial, kedua APBD, dan ketiga YPMAK. (yun)

