BMKG: Indonesia Menuju Kemarau, Timika Tetap Berpotensi Hujan Ringan

MIMIKA, (timikabisnis.com)- Memasuki akhir Maret, kondisi cuaca di wilayah Papua, khususnya Timika, mulai menunjukkan karakteristik musim peralihan.

Suhu udara pada siang hari tercatat cukup tinggi, berkisar antara 33 hingga 34 derajat Celsius, sementara pada malam hari suhu relatif lebih sejuk di kisaran 24 derajat Celsius.

Kondisi ini dipengaruhi oleh pergerakan semu matahari yang mulai bergeser ke belahan bumi utara.

Forecaster BMKG Mimika, Stevan, mengatakan di Indonesia secara umum akan mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Agustus.

Fenomena iklim global seperti El Nino turut berperan dalam mempengaruhi pola cuaca tahun ini, terutama dalam menurunkan intensitas curah hujan di berbagai wilayah.

Namun demikian, kondisi di Timika tidak sepenuhnya sama dengan daerah lain seperti Jawa atau Sumatera yang memiliki pola musim lebih tegas. Wilayah ini tetap memiliki karakteristik lokal yang kuat, sehingga hujan masih berpotensi terjadi meskipun dengan intensitas yang lebih rendah.

” Kalau ada fenomena El Nino, biasanya curah hujannya jadi berkurang. Tapi di Timika masih tetap ada hujan, hanya saja intensitasnya ringan hingga sedang,” ucap Stevan, Kamis (26/3/2026) di kantor BMKG Timika.

Dijelaskannya bahwa biasanya, puncak curah hujan di Timika terjadi pada Juni hingga Agustus. Namun dengan adanya El Nino, jumlah curah hujan bulanan yang biasanya bisa mencapai sekitar 1.000 mm diperkirakan turun signifikan, bahkan bisa berada di bawah 500 mm.

Hal ini terjadi karena uap air lebih banyak tertarik ke wilayah Samudera Pasifik bagian timur.

Dampak dari berkurangnya curah hujan ini tidak hanya dirasakan pada kondisi cuaca, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketersediaan air tanah.

Mengingat sebagian besar masyarakat Timika masih bergantung pada sumber air tanah, penurunan ini dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama di sektor pertanian dan kebutuhan sehari-hari.

” Pengaruhnya tetap ada, tapi tidak terlalu signifikan. Yang paling terasa biasanya pada berkurangnya air tanah karena curah hujan menurun,” tandasnya. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *