
TIMIKA, (timikabisnis.com) –Dari hasil kunjungan kerja (Kunker) selama dua hari ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Mimika sejak, Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4) di Sentra Pemerintahan, Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika menemukan keluhan yang sama yaitu minimnya anggaran operasional masing masing OPD.
“Setelah kami komisi A melakukan kunjungan pengawasan kerja di beberapa OPD yang menjadi mitra Komisi, hampir semuanya mengeluhkan minimnya anggaran yang ada di setiap OPD. Dan ini tentunya dapat kami maklumi karena kondisi keuangan kabupaten yang mengalami defisit akibat refocusing, ditambah dengan alokasi anggaran prioritas untuk pelaksanaan PON XX, Pesparawi dan dampak dari Pandemi Covid19 beberapa waktu lalu,”tegas Ketua Komisi A, Daud Bunga,SH kepada wartawa usai melakukan kunjungan kerja, Kamis (15/4).
Selain masalah minim anggaran operasional seluruh OPD, kendala lain yang ditemukan setelah melakukan pengawasan adalah masih terjadinya tumpang tindihnya tugas dan poksi masing masing OPD, dan OPD jumlah tenaga ASN dan honorernya terlalu banyak.
“Ada juga kendala yang ditemukana bahwa setiap OPD terlalu gemuk dan tidak seimbang dengan tugas yang diemban, ini yang harus ditata ulang. Harusnya OPD ramping tapi kaya fungsi. Ini yang harus menjadi perhatian oleh pemerintah daerah, dan harus bisa dirampingkan,”ungkapnya.
Selain itu menurut Ketua Komisi A Daud Bunga yang juga politisi senior Partai Nasdem ini mengusulkan agar setiap OPD, khususnya pimpinan OPD dalam mengusulkan dan menyusun program harus benar benar yang urgent dan prioritas.
“Sebab ada kegiatan yang bersifat mendesak dan membutuhkan penanganan dan harus diprioritaskan, kalau belum prioritas jangan dulu dan ditahun berikutnya baru dianggarkan. Tentang hal inilah yang kami sarankan kepada masing masing OPD,”katanya.
Karena itu, untuk menjawab semua keluahan OPD, diharapkan Pemda Mimika segera mendorong agar APBD Perubahan 2021 segera diajukan biar bisa disesuiakan dengan kebutuhan yang mendesak. Salah satunya adalah soal bantuan Beassiwa bagi mahasiswa yang sedang studi diluar Timika.
“Seperti di Bagian SDM perlu mendapatkan perhatian serius agar mahasiswa yang sedang tugas belajar bisa berjalan dan bisa melahirkan SDM yang nantinya bisa diberdayakan di pemerintahan. Hal ini yang kami harapkan Pemerintah bisa serius melihat persoalan ini,”pintanya.
Komisi A selama dua hari ini melakukan kunjungan kerja di beberapa OPD yang berpusat di Sentra Pemerintahan, sepertinya Bagian Ortal, SDM, Bagian Umum dan Asset.
Rombongan anggota Komisi A selain ketuanya, Daud Bunga, SH turut juga anggota lain diantaranya, Nathaniel Murib, H. Iwan Anwar,SH,MH, Mariunus Tandiseno, Yustina Timang, Tobias Albert Maturbongs, Miller Kogoya, dan Reddy Wijaya. (opa)
