Gebrakan Luar Biasa, Tahun 2021 Kampung Nawaripi Buka Balai Latihan Kerja

Kepala Kampung Nawaripi, Distrik Wania, kabupaten Mimika,  Norbertus Ditubun/Foto : husyen opa

TIMIKA, (timikabisnis.com) – Dalam rangka menyiapkan Sumber  Daya Manusia (SDM) yang unggul khususnya anak asli Amungme dan Kamoro (AMOR) sebuah gebrakan luar biasa dilakukan oleh pemerintah kampung Nawaripi Distrik Wania, Kabupaten Mimika yang akan membuka Balai Latihan Kerja (BLK) pada tahun 2021 mendatang. Hal tersebut ditegaskan Kepala Kampung Nawaripi Norbertus Ditubun kepada timikabisnis.com di Balai Kampung Nawaripi, Kamis (24/12).

Menurut dia, dengan melihat banyaknya pemuda dan pemudi khususnya anak asli Kamoro dan Amungme serta Papua lainnya di Kampung Nawaripi setelah tamat jenjang SMA dan SMK tidak melanjutkan pendidikan, sehingga dirinya berinisiatif untuk membuka BLK untuk beberapa bidang atau keahlian.

“Melalui BLK ini nantinya akan melatih ketrampilan agar mahir dibidang pertukangan, pertanian, perkebunan, perikanan, mekanik otomotif, driver dan operator alat berat. Setelah mereka mahir dalam bidang masing masing tentunya untuk memncari lapangan pekerjaan tidak susah karena sudah mahir tinggal ilmu mereka manfaatkan saat bekerja dimana saja,”tegas Norbertus Ditubun.

Lebih lanjut kata Kepkam Norbertus, melalui BLK yang akan dibuka tahun 2021 mendatang mampu mengatasi pengangguran serta hal hal negatif dari para pemuda yang ada di Kampung Nwaripi dan mulai tertanam jiwa untuk bisa mandiri dengan bekerja sesuai keahlian masing masing.

“Setelah keluar dari BLK mereka bisa bekerja baik di pemerintahan atau swasta dan mampu mandiri. Mereka nantinya bisa kita dorong untuk bekerja di PT Freeport Indonesia khususnya bidang keahlian yang selama ini mereka butuhkan,”ungkapnya.

Ia mengaku rencana membangun BLK ini sudah didiskusikan dengan Bamuskam dan akan menggunakan dana kampung Nawaripi secara bertahap, dan ia berharap rencana ini bisa mendapat dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah, PT Freeport Indonesia dan OPD tehnis yang terkait.

“Saya berharap pendirian BLK ini mendapat dukungan serta support dari pemerintah Freeport dan pihak swasta lainnya serta dinas terkait, lebih khusus untuk OPD tehnis yang terkait dengan keahlian. Nantinya dibutuhkan instruktur atau pendamping, seperti bidang pertanian, perkebunan, perikanan serta bidang lainnya untuk bisa melatih dan digembleng,”katanya.

Norbertus mengaku rencana pembangunan BLK memang membutuhkan keseriusan dan dana yang sangat besar, namun ia percaya rencana ini bisa terlaksana bila ada dari dukungan semua pihak termasuk pemerintah daerah.

“Dan kedepan nantinya BLK ini bukan hanya bisa melatih pemuda pemudi dari Kampung Nawaripi saja tetapi akan membuka kesempatan kepada kampung lainnya dan lebih khusus Kamoro dan Amungme.  (opa)

Administrator Timika Bisnis