MIMIKA, (timikabisnis.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus mempercepat berbagai persiapan untuk menyambut pelaksanaan Konferensi Nasional Kota Toleransi yang akan digelar pada 14 – 16 November 2026.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta bergerak cepat memastikan kesiapan daerah, mulai dari penataan kota, kebersihan lingkungan hingga fasilitas pendukung bagi para tamu.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat memimpin apel pegawai, Senin (2/11/2026), menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus mengambil peran aktif agar Mimika mampu menjadi tuan rumah yang baik dalam agenda nasional tersebut.
Ia secara khusus meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta pemerintah distrik untuk segera melakukan pembenahan terhadap sejumlah fasilitas dan kawasan perkotaan yang masih membutuhkan perhatian.
Menurutnya, kondisi jalan, taman, rumput, serta kebersihan lingkungan harus menjadi prioritas menjelang kedatangan peserta konferensi dari berbagai daerah di Indonesia.
Rettob mengingatkan bahwa persiapan tidak boleh hanya terfokus pada pelaksanaan acara, tetapi juga harus memperhatikan wajah Kota Timika sebagai daerah yang akan menerima tamu nasional.
” Kalau kita sudah bersedia menjadi tuan rumah yang baik, maka lingkungan kota juga harus kita persiapkan. Jalan-jalan, taman, dan rumput yang kotor harus segera dibenahi. Dinas PU maupun instansi terkait harus melihat apa yang perlu diperbaiki dan langsung mengambil tindakan,” tegasnya.
Rettob juga mengingatkan bahwa jumlah peserta dan pemangku kepentingan yang akan hadir diperkirakan mencapai lebih dari 450 orang. Karena itu, kesiapan akomodasi, hotel, motel, rumah makan, serta berbagai fasilitas pelayanan lainnya perlu diantisipasi sejak dini.
Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia, menyampaikan bahwa persiapan konferensi saat ini telah mencapai sekitar 50 persen.
Ia menjelaskan, sejumlah agenda masih dalam tahap pematangan, terutama penyusunan rencana kerja dan penganggaran dari masing-masing bidang kepanitiaan. Rapat lanjutan akan segera dilaksanakan untuk mempercepat penyelesaian seluruh kebutuhan kegiatan.
Panitia menargetkan seluruh persiapan, baik teknis maupun administrasi, sudah dapat dirampungkan sebelum pembukaan konferensi pada 14 November mendatang.
Untuk lokasi pelaksanaan, panitia masih mempertimbangkan beberapa alternatif, di antaranya Mimika Sport Center di kawasan SP 2, Graha Eme Neme Yauware serta sejumlah hotel yang dinilai memungkinkan untuk mendukung jalannya kegiatan.
Dari sisi peserta, konfirmasi kehadiran sejumlah pemerintah daerah telah melampaui 200 orang dan diperkirakan masih akan terus bertambah. Panitia juga sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah kepala daerah serta narasumber tingkat nasional.
Bahkan, panitia berharap pembukaan maupun penutupan konferensi dapat dihadiri oleh menteri terkait sehingga kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat komitmen toleransi di Indonesia.
Emanuel menegaskan, konferensi ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial pemerintah. Lebih dari itu, pelaksanaannya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Mimika, khususnya melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
” Kami ingin masyarakat dan pelaku UMKM ikut terlibat sehingga kegiatan ini benar-benar menjadi milik masyarakat. Pemerintah hanya memfasilitasi, tetapi tujuan utamanya adalah bekerja untuk kepentingan masyarakat. Kebersamaan seluruh masyarakat itulah yang paling penting,” ungkap Emanuel.
Ia pun meminta seluruh panitia dan OPD terkait tidak mengendurkan pekerjaan, mengingat waktu pelaksanaan semakin dekat. Koordinasi dan pembagian tugas antar bidang harus diperkuat agar seluruh kebutuhan konferensi dapat diselesaikan tepat waktu.
Pemkab Mimika berharap melalui persiapan yang maksimal, Konferensi Nasional Kota Toleransi dapat berlangsung sukses sekaligus menjadi momentum memperkenalkan Mimika sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman, kerukunan, dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. (Lyddia Bahy).

