JAYAPURA, (timikabisnis.com)- Upaya pemerataan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan energi di Tanah Papua terus menunjukkan kemajuan. PT PLN (Persero) hingga Oktober 2026 berhasil menghadirkan akses listrik bagi 128 desa terpencil yang tersebar di Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya melalui program Listrik Desa (Lisdes).
Pencapaian tersebut menjadi langkah nyata dalam memperluas pelayanan kelistrikan, khususnya bagi masyarakat yang selama ini tinggal di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan sulit dijangkau. Kehadiran listrik diharapkan tidak hanya memberikan penerangan bagi rumah warga, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Untuk merealisasikan program tersebut, PLN telah membangun infrastruktur kelistrikan dalam skala besar. Hingga saat ini, pembangunan mencakup jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 742,58 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 286,71 kms, serta pemasangan gardu distribusi dengan total kapasitas mencapai 7.450 kilovolt ampere (kVA).
Capaian ini mendapat apresiasi dari Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew. Menurutnya, keberhasilan PLN menghadirkan listrik di 128 desa merupakan perkembangan positif dalam mengatasi kesenjangan akses energi, terutama di wilayah pedalaman Papua.
Cheroline menilai pemerataan listrik merupakan bagian penting dari tanggung jawab negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Perluasan akses listrik ini merupakan kemajuan yang patut kita apresiasi dan dukung bersama. Kehadiran listrik bukan sekadar menerangi rumah warga, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pendidikan, pelayanan kesehatan, serta membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di kampung-kampung,” ungkap Cheroline.
Ia menambahkan, pemerataan elektrifikasi di Tanah Papua masih membutuhkan perhatian serius mengingat kondisi geografis yang menantang. Karena itu, koordinasi antara PLN dan pemerintah daerah dinilai perlu diperkuat, terutama dalam memastikan keakuratan data desa, kampung, dan dusun yang hingga kini belum menikmati layanan listrik.
Sebagai langkah lanjutan, PLN telah menyiapkan program elektrifikasi untuk 199 desa yang tersebar di enam provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Pelaksanaan program tersebut ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2027.
Dalam prosesnya, tantangan geografis, khususnya di wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan, menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan. Kondisi pegunungan, keterbatasan akses transportasi, serta jarak antarpemukiman membutuhkan perencanaan yang matang agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Cheroline juga mendorong PLN untuk mengoptimalkan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT), seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala mikrohidro. Pemanfaatan energi tersebut dinilai dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan listrik di daerah yang sulit dijangkau melalui pembangunan jaringan konvensional.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya memperluas jangkauan pelayanan listrik hingga ke wilayah terpencil. Menurutnya, keterbatasan geografis bukan menjadi alasan untuk menghentikan upaya menghadirkan energi bagi masyarakat.
Ia menyebut keberhasilan melistriki 128 desa merupakan hasil kerja keras petugas di lapangan serta dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan di Tanah Papua.
Roberth menegaskan, komitmen PLN tidak berhenti pada capaian yang telah diraih, tetapi akan terus dilanjutkan melalui program elektrifikasi berikutnya.
Keberhasilan menghadirkan listrik di 128 desa, lanjutnya, merupakan bukti komitmen PLN untuk membawa terang hingga ke pelosok Tanah Papua. Kami memahami bahwa tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur bukan perkara mudah.
Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat PLN untuk terus bekerja. Melalui kolaborasi dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, PLN optimistis target elektrifikasi selanjutnya dapat diwujudkan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pemerataan akses listrik di Tanah Papua diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Dengan tersedianya energi listrik yang memadai dan berkelanjutan, masyarakat di wilayah pedalaman memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha produktif, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik.
” Program Listrik Desa ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Papua Terang, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga ke kampung-kampung terjauh di ujung timur Indonesia,” pungkasnya. (Lyddia Bahy).

