Vandalisme Masih Marak di Timika, Warga Minta Penertiban Diperketat

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Aksi vandalisme berupa coretan di sejumlah tembok dan pagar fasilitas umum masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi di Kota Timika, Kabupaten Mimika.

Sejumlah fasilitas umum yang berada di lokasi strategis tampak dipenuhi tulisan dan coretan yang mengganggu keindahan lingkungan serta wajah kota.

Coretan tersebut terlihat di beberapa titik, di antaranya pagar Gedung Eme Neme Yauware, pagar gedung perpustakaan yang tengah dibangun di Jalan Timika Indah, hingga tembok pagar SMP Negeri 2 Mimika.

Kondisi pagar SMP Negeri 2 Mimika menjadi salah satu pemandangan yang cukup mencolok. Tembok yang berada di kawasan jalan protokol tersebut tampak dipenuhi berbagai coretan yang sebagian besar berupa nama dan tulisan tanpa nilai seni.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari warga. Ifan, salah seorang warga yang ditemui pada Rabu (9/9/2026) usai mengikuti kegiatan di Eme Neme, mengaku terganggu melihat fasilitas yang semestinya menjadi bagian dari wajah kota justru terlihat kumuh akibat aksi vandalisme.

Menurut Ifan, pemerintah perlu mengambil langkah lebih tegas untuk mencegah aksi serupa terus berulang. Selain merusak fasilitas umum, keberadaan coretan liar juga dinilai mengurangi estetika Kota Timika.

“Harus ada penertiban soal aturan dalam kota. Harus ada undang-undang tersendiri seperti ludah pinang sembarangan dan coretan-coretan. Pemerintah harus melihat ini. Apalagi daerah ini adalah daerah tambang toh, harus lebih baguslah,” ucapnya.

Ia menilai penataan kota seharusnya menjadi perhatian bersama, terlebih Timika merupakan daerah dengan aktivitas pertambangan yang cukup besar.

Menurutnya, lingkungan yang bersih dan tertata tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga dapat memberikan kesan positif bagi para pendatang yang berkunjung ke Timika.

Di sisi lain, upaya penertiban aksi vandalisme diakui bukan perkara mudah. Kepala Dinas Satpol PP Mimika, Yulius Koga, sebelumnya mengatakan bahwa penanganan aksi coret-coret di fasilitas umum merupakan bagian dari tugas Satpol PP.

Menurut Yulius, kendala utama yang dihadapi petugas adalah waktu aksi para pelaku yang sulit diprediksi. Pelaku biasanya memilih waktu dan situasi ketika kondisi di sekitar lokasi sepi sehingga peluang untuk tertangkap tangan relatif kecil.

“Waktunya tidak tentu. Jadi kami juga bingung. Mereka juga lihat-lihat, ada orang kah tidak? Mungkin untuk bersih-bersih, bisalah. Tetapi untuk tangkap tangan langsung itu susah, karena waktunya tadi,” pungkas Yulius.

Meski demikian, Yulius membedakan antara coretan liar dengan kegiatan menggambar yang memiliki nilai seni. Menurutnya, gambar yang dibuat dengan konsep yang baik dan dapat dinikmati masyarakat tentu berbeda dengan aksi mencoret fasilitas umum secara sembarangan.

Persoalan vandalisme tersebut diharapkan mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat. Penertiban serta kesadaran bersama dinilai penting untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan estetika fasilitas umum di Kota Timika.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *