Potensi Mimika Bikin Kemenperin Turun Tangan! Warga Dibekali Skill untuk Buka Usaha

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendapat perhatian serius dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI). Pemerintah pusat mendorong masyarakat setempat agar mampu mengubah potensi lokal menjadi peluang usaha yang produktif dan bernilai ekonomi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil Papua Tengah yang dilaksanakan Kemenperin RI bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (2/9/2026).

Hal tersebut menjadi langkah pemerintah dalam mendorong lahirnya wirausaha baru sekaligus memperkuat sektor industri kecil di Mimika.

Tidak hanya memberikan materi, peserta juga dibekali keterampilan praktis yang diharapkan dapat menjadi modal untuk membuka dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Direktur Industri Aneka Kementerian Perindustrian RI, Reny Meilany, mengatakan pemerintah pusat saat ini lebih menitikberatkan dukungan pada peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat dibandingkan memberikan bantuan dalam bentuk anggaran secara langsung.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat karena dapat digunakan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami dari pusat lebih cenderung memberikan langsung bentuknya secara pelatihan atau Bimtek dibandingkan lewat anggaran, karena kami rasa jauh lebih bermanfaat dan jelas hasilnya,” ujar Reny.

Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar kewirausahaan, pembiayaan, akses pasar, hingga perizinan dan legalitas usaha.

Setelah itu, peserta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) selama tiga hari.

Dalam kegiatan tersebut diikuti sebanyak 35 peserta dari masing-masing komoditas mendapatkan pelatihan yang terbagi dalam tiga bidang utama, yakni pengolahan makanan dan minuman, kerajinan dan sablon, serta jasa servis pendingin ruangan atau air conditioner (AC).

Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga diberikan kesempatan mempraktikkan langsung keterampilan yang dipelajari dengan didampingi instruktur yang kompeten di bidangnya.

Dengan pola tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mengetahui cara memulai usaha, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang bisa langsung diterapkan setelah pelatihan.

Reny mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis masyarakat, tetapi juga mendorong peserta untuk melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar sebagai peluang ekonomi.

Menurutnya, pemanfaatan bahan baku lokal sangat penting, khususnya di Papua yang masih menghadapi tantangan tingginya biaya bahan baku akibat disparitas harga dengan wilayah Indonesia bagian barat.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar adalah industri pengolahan makanan dan minuman.

Mimika memiliki potensi perikanan dan sumber daya laut yang cukup melimpah. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah sehingga tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

“Potensi yang ada di daerah bisa dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Pemanfaatan bahan baku lokal juga diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk menciptakan usaha baru yang memiliki daya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Dengan demikian, potensi sumber daya yang dimiliki Mimika tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk unggulan yang memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan,Kemenperin juga berharap program tersebut tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai.

Reny meminta Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Disperindag untuk terus memberikan pendampingan kepada para peserta agar keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan dalam kegiatan usaha.

Menurutnya, pendampingan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan peserta mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan setelah kembali ke lingkungan masing-masing.

“Kami harapkan peran serta yang cukup baik dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan tentu saja dari Pemda untuk bisa menindaklanjuti dan bahkan meneruskan apa yang sudah kami lakukan melalui Bimtek ini,” tandasnya.

Lagi katanya,Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, program tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausaha baru di Mimika sekaligus mendorong pertumbuhan industri kecil berbasis potensi lokal.

Kendati demikian, ia berharap,Bagi masyarakat, keterampilan yang diperoleh bukan sekadar bekal mengikuti pelatihan, tetapi diharapkan menjadi modal untuk membuka usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal Mimika.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *