Kokonao Jadi Titik Awal Kajian IJB tentang Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Institut Jambatan Bulan (IJB) melaksanakan kegiatan pengumpulan data sebagai bagian dari Kajian Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi di Wilayah Terpencil Kabupaten Mimika. Kegiatan lapangan tersebut dilaksanakan di Kampung Kokonao, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika pada Kamis,(20/8/2026).

Berdasarkan pers rilis yang diterima Redaksi Timikabisnis.com, Pada Jumat (21/8/2026) pagi bahwa

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Distrik Mimika Barat, Christian P. Warinussi, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan kajian yang dilakukan oleh tim peneliti Institut Jambatan Bulan.

Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa/Kampung Merah Putih di setiap kampung merupakan salah satu potensi penting yang dapat dikembangkan untuk mendukung pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saat ini, setiap kampung telah memiliki koperasi yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki.

Kepala Distrik Mimika Barat juga berharap kegiatan pengumpulan data dan sosialisasi yang dilakukan oleh tim peneliti dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pemerintah kampung, pengurus koperasi, dan masyarakat mengenai pengelolaan serta pengembangan koperasi sesuai dengan kondisi dan potensi lokal.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Institut Jambatan Bulan yang telah hadir dan melakukan kajian di wilayah Distrik Mimika Barat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengurus koperasi di kampung,” ujar Christian Warinussi.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Institut Jambatan Bulan, Dr. Abu Bakar, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan di Kokonao merupakan bagian dari rangkaian pengumpulan data lapangan untuk Kajian Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi di Wilayah Terpencil Kabupaten Mimika.

Tim peneliti yang berjumlah delapan orang tersebut memulai kegiatan pengumpulan data di Distrik Mimika Barat. Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan ke sejumlah distrik lainnya di Kabupaten Mimika untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi koperasi, potensi ekonomi masyarakat, serta berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberdayaan masyarakat di wilayah terpencil.

Menurut Dr. Abu Bakar, kajian tersebut penting dilakukan karena pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu aspek strategis dalam pembangunan daerah. Koperasi memiliki potensi untuk menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat karena prinsip-prinsip koperasi memiliki kesesuaian dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kehidupan komunal yang telah berkembang dalam masyarakat kampung.

“Semangat koperasi pada dasarnya sejalan dengan semangat kebersamaan yang ada dalam masyarakat. Karena itu, melalui kajian ini kami ingin melihat bagaimana koperasi dapat dikembangkan menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kondisi, karakteristik, potensi, dan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil,” jelas Abu Bakar.

Dalam pelaksanaan pengumpulan data, tim peneliti melakukan observasi lapangan, sosialisasi, wawancara, serta penggalian informasi bersama pemerintah distrik, pemerintah kampung, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat.

Berbagai informasi yang diperoleh dari lapangan akan menjadi bahan penting dalam mengidentifikasi potensi, kebutuhan, tantangan, serta peluang pengembangan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Data tersebut selanjutnya akan dianalisis dan menjadi dasar dalam penyusunan model pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik wilayah terpencil di Kabupaten Mimika.

Institut Jambatan Bulan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Distrik Mimika Barat, Pemerintah Kampung Kokonao, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh masyarakat Kokonao yang telah memberikan dukungan dan menerima kehadiran tim peneliti selama pelaksanaan kegiatan.

Melalui rangkaian kajian ini, Institut Jambatan Bulan berharap dapat memberikan kontribusi akademik yang dapat mendukung penguatan koperasi sekaligus mendorong lahirnya model pemberdayaan masyarakat yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di wilayah-wilayah terpencil Kabupaten Mimika.(Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *