MIMIKA,(timikabisnis.com) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika menggandeng tim ahli Perencanaan Wilayah dan Kota dari Universitas Bosowa Makassar untuk menyusun kajian strategis pengembangan wilayah Distrik Mimika Barat Jauh.
Seminar pendahuluan kajian strategis tersebut digelar di Aula Kantor Bapenda Mimika, Senin (10/8/2026). Kajian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Mimika dalam merancang pembangunan yang lebih tepat sasaran di wilayah pesisir terluar tersebut.
Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Bosowa, Muh. Idris Taking, mengatakan Mimika Barat Jauh memiliki karakteristik geografis yang khas sekaligus menyimpan potensi besar, khususnya pada sektor kelautan, perikanan, dan sumber daya pesisir.
Menurut Idris, distrik yang memiliki luas wilayah mencapai 2.482,14 kilometer persegi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan.Letaknya yang terpencil serta kondisi geografis yang cukup berat berdampak pada aksesibilitas, ketersediaan infrastruktur, hingga pelayanan dasar bagi masyarakat.
“Distrik ini memiliki karakteristik geografis yang sangat unik. Namun, kondisi kewilayahan yang terpencil menyebabkan distrik ini menghadapi berbagai tantangan,” ujar Idris dalam pemaparannya.
Selain persoalan konektivitas dan infrastruktur, potensi ekonomi masyarakat setempat juga dinilai belum dikembangkan secara maksimal.
Keterbatasan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta akses terhadap pasar menjadi sejumlah faktor yang menghambat optimalisasi potensi ekonomi lokal.
Kajian tersebut juga akan melihat persoalan ketimpangan antara pusat dan wilayah pinggiran, termasuk tekanan terhadap kapasitas infrastruktur dan pelayanan dasar akibat perkembangan wilayah.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap bencana sekaligus memengaruhi kualitas lingkungan.Karena itu, tim ahli diharapkan tidak hanya menghasilkan kajian secara akademis, tetapi juga merumuskan rekomendasi kebijakan yang konkret dan dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.
Hasil kajian nantinya menjadi salah satu bahan bagi Pemkab Mimika dalam menyusun program dan kegiatan pembangunan di Distrik Mimika Barat Jauh.
Fokusnya antara lain peningkatan konektivitas, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, serta pemberdayaan masyarakat.
“Memang diperlukan upaya pengembangan yang berfokus pada peningkatan konektivitas, infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat untuk mendorong pembangunan wilayah yang berkelanjutan,” kata Idris.
Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIDA Kabupaten Mimika, Joseph Manggasa, mengatakan kajian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian sekaligus memperkuat daya saing Distrik Mimika Barat Jauh.
Menurut Joseph, pelaksanaan kajian juga menjadi tindak lanjut atas arahan Bupati Mimika yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dengan semangat pembangunan yang dimulai dari kampung hingga ke kota.
Ia berharap tim penyusun dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan terarah kepada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Dengan demikian, hasil kajian tidak berhenti sebagai dokumen akademis, tetapi dapat langsung ditindaklanjuti melalui program dan kegiatan sesuai kewenangan masing-masing OPD.
“Kami sangat berharap tim penyusun dapat menyusun rekomendasi kegiatan secara lebih spesifik bagi masing-masing OPD yang berkaitan. Nantinya, rekomendasi tersebut menjadi bahan yang akan kami tindaklanjuti bersama OPD terkait,” pungkas Joseph.(Liddya Bahy)

