MIMIKA,(timikabisnis.com) – Sebanyak lima sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Mimika dipastikan siap mengikuti seleksi Program Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh tahapan seleksi agar sekolah-sekolah tersebut mampu meraih penghargaan bergengsi di bidang kepedulian dan budaya lingkungan hidup.
Lima sekolah yang akan mengikuti seleksi tersebut merupakan sekolah yang telah lolos pada tingkat kabupaten tahun sebelumnya. Sekolah-sekolah itu yakni SD Inpres Timika 2, SD Shining Star, SD Kristen Kalam Kudus, SMP Negeri 7, dan SMP Negeri 11.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Mimika, Devota Maria Leisubun, mengatakan penilaian tingkat nasional akan dilakukan oleh tim yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Agama.
“Ada lima aspek besar yang menjadi penilaian, mulai dari penghijauan atau keanekaragaman hayati, sanitasi dan kebersihan, pengelolaan sampah, konservasi air dan energi, hingga aspek lainnya yang dijabarkan menjadi 24 indikator,” ujarnya usai kegiatan di Hotel Horison Ultima Timika, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, proses seleksi nasional diawali dengan pengunggahan dokumen administrasi melalui Aplikasi SEDIA yang dijadwalkan paling lambat 31 Juli 2026.
Seluruh indikator harus diunggah melalui sistem administrasi sebelum diverifikasi langsung oleh tim penilai pada Oktober mendatang. Penilaian tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga kondisi nyata di lingkungan sekolah, seperti ruang terbuka hijau, kebersihan, fasilitas sanitasi, hingga budaya peduli lingkungan yang diterapkan oleh seluruh warga sekolah.
Sebagai bentuk dukungan, DLH Mimika juga memfasilitasi pertemuan antara sekolah dengan berbagai mitra, termasuk pelaku usaha dan para alumni, guna memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing dalam mempersiapkan penilaian nasional.
“Kami berharap seluruh sekolah ini bisa lolos. Kalau memungkinkan semuanya berhasil, tentu akan menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Mimika karena menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan,” tutup Devota.(Liddya Bahy)

