MIMIKA,(timikabisnis.com) Berbagai kebutuhan mendasar disampaikan masyarakat Kampung Kawar, Distrik Amar, kepada Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, saat menggelar Reses Tahap II Tahun 2026, Minggu (12/7/2026).
Persoalan air bersih, rumah layak huni, lampu penerangan jalan, hingga pemberdayaan ekonomi nelayan menjadi aspirasi utama yang dititipkan konstituen Daerah Pemilihan (Dapil) VI kepada politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Asri Akkas mengatakan, reses merupakan momentum bagi anggota DPRK untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan setiap aspirasi dapat diperjuangkan dalam pembahasan program dan anggaran bersama pemerintah daerah.
“Saya datang ke sini untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Saya sudah mengetahui bahwa salah satu persoalan utama di Kampung Kawar adalah air bersih. Mudah-mudahan Dinas PUPR dapat kembali melakukan perbaikan dan perawatan sehingga masyarakat bisa menikmati pelayanan air bersih secara normal,” ujarnya.
Menurut Asri, DPRK Mimika saat ini telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih untuk mengawasi pengelolaan sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Mimika.
Ia berharap instalasi yang telah dibangun dapat kembali difungsikan sehingga mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Selain itu, ia berkomitmen mendorong pembangunan dermaga permanen di Kampung Kawar. Menurutnya, dermaga yang ada saat ini sudah tidak layak sehingga perlu dibangun dengan konstruksi beton agar lebih aman dan tahan lama.
“Kami akan mendorong pembangunan dermaga permanen agar masyarakat memiliki akses transportasi yang lebih aman dan nyaman,” katanya.
Di bidang infrastruktur, Asri mengungkapkan pemerintah juga akan memasang lampu penerangan jalan di sejumlah titik kampung yang masih minim penerangan.
“Bulan depan akan dipasang lampu jalan di beberapa titik kampung. Harapan saya, fasilitas yang dibangun pemerintah dapat dijaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah kampung memanfaatkan dana desa secara tepat sasaran untuk program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, potensi perikanan di wilayah pesisir perlu didukung melalui pembentukan kelompok nelayan agar lebih mudah memperoleh bantuan dan program pemberdayaan dari pemerintah.
“Kalau di sini dibentuk kelompok nelayan, saya siap mendorong bantuan dari pemerintah. Potensi hasil laut di wilayah pesisir sangat besar dan harus dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Kawar, Soter Mutapea, menyampaikan bahwa masyarakat masih membutuhkan perhatian pemerintah, terutama untuk pembangunan rumah layak huni, rumah kader Posyandu, fasilitas umum, serta peningkatan sarana pelayanan masyarakat.
Ia menjelaskan, berkurangnya alokasi dana desa membuat pemerintah kampung mengalami keterbatasan dalam membiayai sejumlah program pembangunan yang sebelumnya dapat dilaksanakan.
“Dulu dana desa banyak digunakan untuk pembangunan perahu fiber dan rumah layak huni. Sekarang anggarannya berkurang sehingga kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan perumahan,” katanya.
Soter juga berharap pemerintah segera mengoptimalkan kembali sistem penyediaan air bersih yang telah dibangun agar tidak menjadi aset yang terbengkalai.
“Air bersih yang sudah dibangun jangan dibiarkan begitu saja. Anggaran yang digunakan cukup besar, sehingga harus ada tenaga teknis yang mampu mengoperasikan dan merawat instalasi tersebut agar masyarakat benar-benar bisa menikmati air bersih,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, masyarakat berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Mimika sehingga pembangunan di Kampung Kawar berjalan lebih merata dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.(Anis Batalotak)

