MIMIKA, (timikabisnis.com)– Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika resmi menuntaskan proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026.
Dari seluruh tahapan yang telah dilaksanakan, sebanyak 10 peserta berhasil melaju ke tingkat Provinsi Papua Tengah, sementara 52 peserta dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat Kabupaten Mimika.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Mimika, Ronny S. Marjen, mengatakan bahwa proses rekrutmen tahun ini dilakukan secara terintegrasi melalui sistem digital nasional yang telah dimulai sejak Januari 2026.
Seluruh peserta yang lolos nantinya akan memiliki barcode khusus yang terhubung dengan akun masing-masing sebagai bagian dari sistem administrasi nasional.
“Proses perekrutan secara online sudah berjalan dari Januari hingga selesai. Kita telah mengirimkan 10 orang ke tingkat provinsi, dan terdapat 52 orang yang lolos di tingkat kabupaten/kota,” ujar Ronny saat ditemui, Selasa (14/7/2026).
Selain seleksi tingkat provinsi, Kesbangpol Mimika juga mengirimkan 11 peserta untuk mengikuti tahapan seleksi nasional. Dari proses tersebut, enam peserta asal Provinsi Papua Tengah dinyatakan lolos. Namun, satu peserta asal Timika harus terhenti pada tahapan pantahiran atau seleksi akhir sehingga belum berhasil menjadi anggota Paskibraka nasional.
Meski demikian, peserta tersebut masih memiliki kesempatan untuk bertugas di tingkat provinsi karena ditetapkan sebagai peserta cadangan.
Para peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya akan menjalani pembinaan wawasan kebangsaan dan pelatihan intensif sebagai persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembinaan dijadwalkan berlangsung mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026, sebelum seluruh peserta memasuki masa karantina penuh.
Ronny menjelaskan bahwa selama masa pembinaan, para peserta masih diperbolehkan pulang pergi sebelum nantinya mengikuti penampungan secara penuh sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Di balik keberhasilan pelaksanaan seleksi tahun ini, Kesbangpol Mimika masih menemukan sejumlah kendala, terutama pada proses pendaftaran berbasis daring. Keterbatasan akses internet dan kuota data menjadi hambatan bagi sebagian pelajar, khususnya mereka yang berada di beberapa wilayah pinggiran.
“Tidak semua siswa bisa mengikuti pendaftaran online dengan mudah. Ada yang terkendala kuota internet sehingga kesulitan melakukan proses pendaftaran maupun pemindaian barcode,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kesbangpol Mimika berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh pada pelaksanaan rekrutmen tahun depan. Pemerintah berencana melakukan sosialisasi dan verifikasi lebih awal, sekaligus memfasilitasi kebutuhan akses internet agar semakin banyak pelajar memiliki kesempatan mengikuti seleksi.
“Tahun depan kita akan bergerak lebih dini melakukan verifikasi dan pendampingan. Harapannya, proses seleksi bisa menjangkau lebih banyak anak-anak Mimika yang memiliki potensi, tanpa terkendala persoalan teknis seperti paket data maupun akses internet,” pungkas Ronny. (Lyddia Bahy).

