MIMIKA,(timikabisnis.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dari jalur pengangkatan, Adolina Magal, menyerap aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses tahap II Tahun 2026 di Kompleks Masyarakat Kampung Putih, Jalan Irigasi, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Sabtu (11/7/2026).
Reses tersebut dihadiri warga asal Distrik Hoeya yang berdomisili di Timika. Sejak pagi, masyarakat tampak antusias memadati lokasi kegiatan untuk bertemu langsung dengan Anggota DPRK Mimika tersebut.
Kesempatan itu dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, sekaligus berharap aspirasi mereka dapat diperjuangkan kepada pemerintah daerah.
Dalam dialog bersama masyarakat, persoalan akses transportasi menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga. Mereka meminta pemerintah segera mempercepat pelaksanaan test landing di Lapangan Terbang Perintis (Lapter) Hoeya agar fasilitas tersebut dapat segera difungsikan.
Menurut masyarakat, keberadaan Lapter Hoeya sangat dibutuhkan karena hingga kini distrik tersebut belum memiliki akses jalan darat yang memadai. Untuk mengangkut kebutuhan pokok, warga masih harus berjalan kaki dari Stinga menuju Hoeya dengan waktu tempuh mencapai satu hingga dua hari.
Kondisi tersebut berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari distribusi bahan kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, aktivitas pendidikan, hingga penanganan keadaan darurat. Karena itu, masyarakat berharap Lapter Hoeya segera beroperasi agar akses transportasi menjadi lebih mudah dan mobilitas warga dapat berjalan lancar.
Menanggapi aspirasi tersebut, Adolina Magal menegaskan seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian dan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRK Mimika melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika maupun instansi terkait.
“Reses merupakan kesempatan bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami bawa dan perjuangkan agar mendapat tindak lanjut dari pemerintah,” ujar Adolina.
Ia mengatakan, reses menjadi momentum penting bagi anggota legislatif untuk mengetahui secara langsung kondisi yang dihadapi masyarakat di lapangan. Karena itu, seluruh usulan yang disampaikan akan dihimpun dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku agar dapat menjadi perhatian pemerintah.
Kegiatan tersebut diwarnai dengan tradisi bakar batu sebagai simbol persatuan, kebersamaan. Seluruh peserta, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda hingga anak-anak, tampak berbaur menikmati hidangan bersama.
Pada kesempatan tersebut, Adolina Magal juga menyerahkan bantuan bahan makanan (bama) kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan warga. Bantuan itu diterima dengan penuh syukur dan disambut hangat oleh masyarakat yang hadir.
Kegiatan reses kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus memperjuangkan pembangunan yang merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mimika, khususnya di wilayah pedalaman. (Anis Batalotak)

