MIMIKA,(timikabisnis.com) Aktivis dan politisi muda Papua, Alfian Akbar Balyanan,SH resmi meluncurkan buku perdananya berjudul *Menuju Timika yang Menyala* dalam acara yang digelar di Hotel Grand Tembaga, Timika, Sabtu (11/7/2026).
Peluncuran buku tersebut menjadi momentum bagi Alfian Akbar untuk menyampaikan gagasan sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat berkolaborasi membangun Mimika dan Papua.
Pria kelahiran Timika, 25 Juli 1996, itu mengatakan buku tersebut merupakan kumpulan tulisan yang telah ia hasilkan sejak 2018. Berbagai catatan, opini, dan gagasan yang selama ini tersimpan kemudian dihimpun hingga akhirnya diterbitkan menjadi sebuah buku.
“Awalnya ini adalah tulisan-tulisan lama yang saya buat sejak sekitar tahun 2018. Setelah saya kumpulkan, ternyata cukup layak untuk dibukukan. Akhirnya hari ini kita dapat meluncurkan Menuju Timika yang Menyala,” ujar Alfian.
Ia mengaku, buku tersebut lahir dari kegelisahannya melihat berbagai persoalan yang masih dihadapi Papua. Ketimpangan pembangunan, tantangan ekonomi, persoalan kemanusiaan, hingga implementasi Otonomi Khusus yang dinilai belum sepenuhnya mampu menghadirkan kesejahteraan masyarakat menjadi sejumlah isu yang diangkat dalam buku tersebut.
“Papua hari ini berada di persimpangan jalan. Negara telah memberikan landasan melalui Otonomi Khusus sebagai instrumen afirmasi dan pemberdayaan, tetapi setelah lebih dari dua dekade, kita masih melihat berbagai persoalan yang harus diselesaikan bersama,” katanya.
Menurut Alfian, pembangunan Papua tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, hingga dunia pendidikan.
Sebagai aktivis dan politisi, Alfian menilai gagasan harus diwujudkan dalam aksi nyata. Ia berharap buku yang ditulisnya tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga menjadi ruang dialog yang mampu melahirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan di Papua.
“Menuju Timika yang Menyala bukan sekadar judul buku. Ini adalah simbol harapan dan ajakan untuk menghidupkan kembali semangat yang menyala dalam membangun Mimika dan Papua. Dari Mimika, kita ingin menunjukkan bahwa Papua mampu melahirkan gagasan, karya, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,” tuturnya.
Buku Menuju Timika yang Menyala mengulas berbagai isu strategis, mulai dari politik hukum Otonomi Khusus, reformasi birokrasi, pelayanan bantuan hukum, konsolidasi demokrasi, penyelesaian sengketa batas wilayah, hingga strategi pemekaran daerah. Seluruh pembahasan disajikan dengan pendekatan akademis yang dipadukan dengan pengalaman dan refleksi penulis terhadap dinamika sosial, politik, dan hukum di Papua.
Alfian berharap buku tersebut dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, pengambil kebijakan, maupun masyarakat umum yang ingin memahami tantangan dan peluang pembangunan Papua secara lebih komprehensif.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses penyusunan hingga penerbitan buku, mulai dari editor, desainer, penerbit, hingga panitia pelaksana yang menyukseskan acara peluncuran.
Peluncuran buku dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta para pemangku kepentingan di Kabupaten Mimika.
Kehadiran berbagai kalangan tersebut menunjukkan besarnya harapan agar ruang diskusi berbasis gagasan terus tumbuh sebagai bagian dari upaya membangun Mimika yang lebih maju, Papua yang lebih sejahtera, dan Indonesia yang semakin kuat.(Anis Batalotak)

