MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Sosial terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak putus sekolah agar kembali memperoleh kesempatan belajar yang layak.
Tahap awal yang dilakukan pemerintah daerah adalah menyiapkan lahan seluas 8,2 hektare di Kampung Iwaka yang merupakan bekas lokasi sekolah asrama. Sebelum pembangunan dimulai, pemerintah akan menyelesaikan proses relokasi warga yang masih menempati kawasan tersebut agar lahan siap digunakan.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Emelia Samaran, mengatakan pembangunan fisik sekolah nantinya akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Sosial setelah seluruh tahapan persiapan di daerah rampung.
“Kami sementara dalam tahap persiapan pembangunan. Lahan seluas 8,2 hektare di Kampung Iwaka akan dibersihkan terlebih dahulu, setelah itu pembangunan akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR bersama Kementerian Sosial,” ujar Emelia usai menghadiri kegiatan di Hotel Horison Diana, Selasa (30/6/2026).
Sembari menunggu pembangunan sekolah permanen, proses belajar mengajar telah berlangsung di Wisma Atlet. Saat ini sekitar 60 peserta didik jenjang SMP dan SMA mengikuti pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak putus sekolah dengan prioritas utama anak-anak asli Papua, namun tetap terbuka bagi masyarakat lainnya yang memenuhi kriteria.
Selain menyiapkan sarana pendidikan, pemerintah juga mulai mempersiapkan sumber daya manusia yang akan mendukung operasional sekolah. Perekrutan guru lokal telah difasilitasi oleh Kementerian Sosial, sementara proses seleksi dilaksanakan di Jayapura.
Sekolah juga akan diperkuat dengan tenaga psikolog serta tenaga pendukung lainnya guna menunjang kebutuhan peserta didik.
“Kami mengupayakan agar guru-gurunya berasal dari daerah ini. Bukan hanya guru, tetapi juga tenaga psikolog dan tenaga pendukung lainnya karena semuanya dibutuhkan dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” kata Emelia.
Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak yang sebelumnya kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan sehingga dapat kembali bersekolah dan memperoleh layanan pendidikan yang layak demi masa depan yang lebih baik.(Liddya Bahy)

