PLN Catat Capaian Positif, Frekuensi Gangguan Listrik di Papua Turun 43 Persen

JAYAPURA, (timikabisnis.com)- PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat mencatat peningkatan signifikan dalam kualitas pelayanan kelistrikan sepanjang semester pertama 2026.

Perusahaan berhasil menekan frekuensi gangguan listrik hingga 43 persen dan mengurangi durasi pemadaman sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut menjadi bukti keberhasilan PLN dalam meningkatkan keandalan sistem kelistrikan melalui transformasi proses bisnis, penguatan pemeliharaan jaringan secara preventif, serta percepatan penanganan gangguan di lapangan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengatakan bahwa seluruh upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang semakin andal dan minim gangguan.

” Kami sangat memahami bahwa kebutuhan warga terhadap pasokan listrik yang stabil semakin meningkat setiap harinya. Oleh karena itu, kami terus mengubah cara kerja kami agar petugas bisa datang lebih cepat dan listrik segera menyala kembali,” ucap Roberth melalui keterangan rilis, Minggu (28/6/2026).

Dari sisi indikator keandalan, nilai System Average Interruption Duration Index (SAIDI) atau rata-rata durasi pemadaman listrik berhasil ditekan menjadi 102,37 menit per pelanggan.

Angka tersebut lebih rendah 12 persen dibandingkan capaian Mei 2025 yang berada di angka 116,34 menit per pelanggan, sekaligus melampaui target perusahaan sebesar 122,4 menit per pelanggan.

Sementara itu, System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) atau rata-rata frekuensi gangguan listrik tercatat sebesar 0,99 kali per pelanggan hingga Mei 2026.

Capaian tersebut jauh lebih baik dibandingkan target perusahaan sebesar 1,76 kali per pelanggan, serta turun 43,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,74 kali per pelanggan.

Keberhasilan tersebut juga didukung oleh penerapan digitalisasi pada sistem kelistrikan, mulai dari pengelolaan jaringan hingga pelayanan pelanggan.

Selain itu, integrasi sistem respons cepat melalui aplikasi PLN Mobile membuat setiap laporan gangguan dari masyarakat dapat diterima secara real time, sehingga proses penanganan menjadi lebih cepat, efektif, dan transparan.

Roberth menegaskan, PLN akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat di Papua dan Papua Barat memperoleh pasokan listrik yang semakin andal di masa mendatang.

” Kami berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik melalui inovasi, digitalisasi, dan peningkatan respons petugas di lapangan. Harapannya, masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman karena layanan kelistrikan yang semakin berkualitas,” tandasnya. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *