Rabu, 10/6/2026
Foto : Ilustrasi
MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menyoroti persoalan parkir semrawut yang masih kerap ditemukan di sejumlah ruas jalan dan kawasan usaha di Kota Timika.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu ketertiban kota, memicu kemacetan, serta mengurangi kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan persoalan parkir liar dan pembangunan yang tidak memperhatikan ketersediaan lahan parkir menjadi salah satu tantangan yang harus segera ditangani pemerintah daerah.
Menurutnya, masih banyak bangunan usaha yang dibangun tanpa menyediakan area parkir yang memadai, sehingga kendaraan pengunjung terpaksa menggunakan badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu dan menimbulkan kesemrawutan di kawasan perkotaan.
“Bangunan di pinggir jalan, buang sampah sembarangan, bangunan tanpa izin, parkir-parkir liar, itu semua menjadi persoalan kita. Ini menjadi PR berat untuk kita lakukan,” kata Johannes Rettob, Selasa (9/6/2026).
Ia menegaskan bahwa setiap pembangunan harus direncanakan secara matang dengan memperhatikan kebutuhan parkir serta perkembangan kawasan di masa mendatang.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap tata ruang kota.
“Kalau memang dia tidak punya parkir, jangan bangun di situ. Bangun harus ada parkir dan harus berpikir ke depan,” tegasnya.
Selain persoalan parkir, Pemkab Mimika juga menyoroti masih adanya bangunan tanpa izin dan berbagai pelanggaran tata ruang yang dinilai menghambat upaya penataan kota.
Untuk itu, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pengawasan sekaligus menegakkan aturan secara lebih tegas agar pelanggaran serupa tidak terus berulang.
Dalam waktu dekat, Pemkab Mimika akan melakukan evaluasi terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk bangunan yang tidak menyediakan fasilitas parkir sebagaimana mestinya.
Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan perkotaan yang lebih tertib, aman, nyaman, dan mampu mendukung aktivitas masyarakat secara berkelanjutan. (Liddya Bahy)

