JAYAPURA, (timikabisnis.com)– Sinergi antara PT PLN (Persero) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam upaya memperkuat kualitas data kelistrikan di Tanah Papua.
Hingga akhir Mei 2026, sebanyak 107.738 pelanggan rumah tangga berhasil diverifikasi melalui kegiatan pendataan lapangan yang menjadi bagian dari pembaruan data sosial dan ekonomi nasional.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tingkat nasional dalam rangka mendukung penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam pelaksanaannya, PLN menyediakan data pelanggan listrik sebagai basis verifikasi, sementara BPS memberikan dukungan metodologi, instrumen pendataan, serta pengolahan hasil pemeriksaan lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, menjelaskan bahwa kegiatan verifikasi ini bertujuan memastikan kesesuaian antara data pelanggan listrik dan kondisi aktual di lapangan.
Petugas melakukan pengecekan terhadap identitas pelanggan, jumlah anggota keluarga, lokasi meteran listrik, hingga kondisi fisik bangunan tempat tinggal.
” Data yang akurat merupakan fondasi penting dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Setiap proses verifikasi yang dilakukan di lapangan menjadi kontribusi nyata untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Papua,” ucap Emi melalui keterangan rilis pada Selasa, (2/6/2026).
Untuk menjamin kualitas dan konsistensi data, seluruh proses pendataan dilakukan secara digital menggunakan aplikasi FASIH (Flexible Authentically Survey in Harmony) yang dikembangkan oleh BPS.
Melalui aplikasi tersebut, petugas dapat merekam informasi pelanggan, data keluarga, koordinat lokasi berbasis geotagging, serta dokumentasi foto bangunan secara terintegrasi.
Selain menyediakan sistem digital, BPS Provinsi Papua juga telah melaksanakan pelatihan bagi instruktur daerah di tingkat kabupaten dan kota. Para instruktur tersebut kemudian memberikan pembekalan kepada ratusan petugas baca meter PLN terkait konsep pendataan, tata cara verifikasi lapangan, serta penggunaan aplikasi FASIH Mobile.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengapresiasi kerja sama dan dedikasi seluruh tim yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Menurutnya, capaian verifikasi lebih dari 107 ribu pelanggan menjadi bukti bahwa program nasional dapat dijalankan secara efektif meskipun dihadapkan pada tantangan geografis yang kompleks.
Dari total target 849.286 pelanggan rumah tangga yang akan diverifikasi, capaian saat ini dinilai sebagai langkah signifikan dalam mendukung pembaruan data kelistrikan di wilayah Papua.
PLN optimistis proses verifikasi dapat diselesaikan sesuai target yang ditetapkan.
” Meskipun menghadapi tantangan medan dan akses yang tidak mudah, semangat kolaborasi seluruh tim di lapangan tetap tinggi. Kami optimistis verifikasi pelanggan di Papua dapat diselesaikan secara menyeluruh pada Agustus 2026,” ungkap Roberth.
Melalui kolaborasi yang erat antara PLN dan BPS, diharapkan terwujud tata kelola data kelistrikan yang semakin akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Data yang valid dari berbagai wilayah di Papua nantinya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berbasis bukti dan tepat sasaran. (Lyddia Bahy).

