MIMIKA, (timikabisnis.com)- Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua Tengah, John NR Gobay mendorong percepatan pengembangan Kampung Nelayan Pomako di Kabupaten Mimika sebagai bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan dalam hearing bersama para pemangku kepentingan di Timika, Selasa (5/5/2026) di Hotel Horison Diana.
Pertemuan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari PT Freeport Indonesia, masyarakat adat Kamoro, hingga dinas terkait.
Selain membahas pengembangan kampung nelayan, forum ini juga menyoroti persoalan krusial seperti keterbatasan akses BBM bagi nelayan akibat belum tersedianya SPBN di sekitar Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako.
John menilai kawasan Pomako sangat potensial dikembangkan sebagai pusat (hub) kampung nelayan yang terintegrasi dengan fasilitas penunjang seperti SPBN, pabrik es, dan sarana distribusi modern.
” Selama ini nelayan harus menempuh jarak jauh ke SPBU di kota karena belum adanya SPBN di sekitar pelabuhan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, konsep kampung nelayan berbasis koperasi menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas kapal yang tidak menurunkan hasil tangkapan di PPI juga perlu diperketat agar kebutuhan pasar lokal tetap terpenuhi.
Menurutnya, filosofi hidup masyarakat Kamoro yang dikenal dengan “tiga S” Sungai, Sagu, dan Sampan sejalan dengan pengembangan kampung nelayan yang berkelanjutan.
Ia menilai program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan konsep yang sangat baik dan perlu mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, serta masyarakat itu sendiri.
Pemerintah, kata dia, harus hadir menyediakan infrastruktur agar nelayan dapat bekerja secara optimal.
Dari hasil pengamatan, Pomako dinilai sebagai lokasi paling siap dibanding wilayah lain di Mimika, terutama dari sisi energi dan akses distribusi. Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya, termasuk distribusi BBM.
Di akhir pernyataannya, John menegaskan komitmennya untuk melindungi potensi laut Mimika dari eksploitasi pihak luar.
” Kekayaan laut Mimika tidak boleh hanya dinikmati oleh nelayan dari luar daerah. Mafia di laut harus ditindak tegas,” tegasnya. (Lyddia Bahy).

