Misa Kamis Putih di Gereja Santo Petrus SP 1, Umat Diajak Hidupi Kasih dan Kerendahan Hati

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Ribuan Umat Katolik mengikuti perayaan Misa Kamis Putih sebagai bagian dari rangkaian Tri Hari Suci, Kamis (2/4/2026), dengan penuh khidmat dan penghayatan iman di Gereja St. Petrus Satuan Pemukiman (SP) 1 Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika,Provinsi Papua Tengah.

Perayaan ini menjadi momen penting untuk mengenang kasih Yesus Kristus yang dinyatakan dalam perjamuan terakhir bersama para murid-Nya sebelum sengsara dan wafat di salib.

Dalam khotbahnya, Pastor Norbertus Broery Renyaan, OFM menegaskan bahwa perayaan Kamis Putih bukan sekadar peringatan liturgis, melainkan ajakan bagi umat untuk menghidupi nilai kasih, kerendahan hati, dan semangat pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, terdapat dua peristiwa utama yang menjadi inti perayaan Kamis Putih, yakni Ekaristi sebagai tanda kasih Allah yang terus hidup, serta pembasuhan kaki sebagai simbol kerendahan hati dan pelayanan tanpa syarat.

Pastor Broery mengatakan, tindakan Yesus Kristus yang membasuh kaki para murid, termasuk Yudas Iskariot, menjadi gambaran nyata kasih yang tidak terbatas.

“Yesus tetap membasuh kaki Yudas, bukan karena Yudas layak, tetapi karena kasih tidak pernah memilih. Kasih selalu memberi,” ujarnya dalam khotbah.

Ia mengajak umat untuk merefleksikan kehidupan sehari-hari, terutama dalam relasi dengan sesama.

Menurutnya, manusia kerap kali menyimpan luka, kekecewaan, bahkan kebencian. Namun melalui teladan Yesus, umat diajak untuk memilih kasih, mengampuni, dan melayani dengan tulus.

Selain itu, pembasuhan kaki juga dimaknai sebagai simbol pelayanan yang rendah hati. Bagian tubuh yang dianggap paling rendah justru menjadi penopang kehidupan, sehingga kebesaran sejati terletak pada kerelaan untuk melayani sesama.

Pastor Broery juga mengingatkan pentingnya berjaga dan berdoa, sebagaimana diajarkan Yesus Kristus kepada para murid setelah perjamuan terakhir.

“Cinta menghidupkan, sedangkan kebencian mematikan. Maka pilihlah cinta, sebagaimana Yesus telah lebih dahulu mencintai kita,” pesannya.

Usai misa, umat melanjutkan dengan Tuguran, yakni ibadat berjaga dan berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus. Tradisi ini menjadi wujud kesetiaan umat dalam menemani Yesus Kristus mengenang doa-Nya di Taman Getsemani sebelum sengsara.

Melalui perayaan Kamis Putih ini, umat diharapkan tidak hanya mengenang peristiwa iman, tetapi juga menghayati dan menghidupinya dalam tindakan nyata di tengah kehidupan sehari-hari.(Lidya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *