MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus berupaya meningkatkan akses infrastruktur di wilayah pedalaman sebagai bagian dari komitmen pemerataan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu program prioritas yang tengah disiapkan adalah pembangunan jembatan gantung di Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah. Infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dialami warga setempat.
Kondisi geografis Kampung Mioko yang didominasi rawa-rawa dan kawasan hutan sagu membuat mobilitas masyarakat cukup terbatas. Warga kerap menghadapi kesulitan dalam aktivitas sehari-hari, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan logistik.
Selain itu, curah hujan yang tinggi serta aliran air dari wilayah Iwaka menyebabkan genangan di sejumlah titik, sehingga semakin memperparah kondisi akses jalan, khususnya pada musim hujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menjelaskan bahwa jembatan gantung tersebut akan dibangun melintasi Sungai Kamora dengan panjang sekitar 115 meter.
“Pembangunan jembatan ini kami harapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan aksesibilitas, baik untuk mobilitas orang maupun distribusi barang,”ungkap Inosensius Yoga Pribadi kepada wartawan saat ditemui di Graha Eme Neme Yauware, Rabu (25/3/2026).
Jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan Kampung Mioko dengan wilayah SP 6 di Distrik Iwaka, yang merupakan salah satu jalur penghubung menuju pusat aktivitas ekonomi di Kota Timika.Proyek ini direncanakan mulai dikerjakan pada tahun berjalan, dan diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp11 hingga Rp12 miliar.
Menurutnya, Kehadiran infrastruktur ini menjadi harapan besar bagi masyarakat dalam memperlancar akses serta mendorong peningkatan kesejahteraan.
Selain pembangunan jembatan, Yoga mengatakan bahwa, Pemkab Mimika juga melakukan peningkatan akses jalan menuju lokasi secara bertahap. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penimbunan badan jalan hingga mencapai tingkat kepadatan yang maksimal.
“Setelah kondisi tanah dinilai stabil, tahap selanjutnya adalah pengaspalan guna memastikan akses dapat dilalui dengan lebih aman dan nyaman,”katanya.
Yoga menambahkan bahwa karakteristik tanah rawa di wilayah tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan, sehingga diperlukan metode teknis khusus untuk menjamin kestabilan struktur jalan.
Penimbunan dilakukan menggunakan material batu yang dipadukan dengan pemasangan jaring untuk memperkuat daya dukung tanah.
Selain itu, pembangunan talut juga dilakukan di sepanjang badan jalan untuk memperkuat konstruksi dan mencegah longsor material akibat aliran air.
“Talut ini berfungsi untuk menjaga kekuatan struktur jalan sekaligus mencegah material terbawa arus air, sehingga infrastruktur yang dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Kata Yoga, Pemkab Mimika berharap, dengan adanya jembatan gantung dan peningkatan akses jalan tersebut, distribusi hasil masyarakat dari Kampung Mioko dapat lebih lancar menuju Kota Timika, sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga.
“Harapan kami, akses ini benar-benar mempermudah masyarakat dalam beraktivitas dan memperlancar distribusi hasil usaha mereka,” pungkas Yoga.(Lidya Bahy)

