MIMIKA,(timikabisnis.com) – Sekolah Dasar (SD) Inpres Koperapoka I menghadirkan sistem absensi online berbasis QR Code sebagai langkah meningkatkan disiplin dan efisiensi pengelolaan kehadiran guru dan siswa di lingkungan sekolah.
Peluncuran sistem absensi digital tersebut berlangsung di halaman SD Inpres Koperapoka I, Senin (2/2/2026), dan disaksikan oleh seluruh guru, staf, serta peserta didik.
Kepala SD Inpres Koperapoka I, Margarita Abraham, mengatakan penerapan absensi online merupakan bentuk inovasi sekolah dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi di era digital.
“Aplikasi ini diperuntukkan bagi guru dan siswa. Tujuannya untuk meningkatkan kedisiplinan, efisiensi, serta akurasi pendataan kehadiran, sekaligus menertibkan administrasi sekolah agar lebih terorganisir,” ujarnya.
Tiga aplikasi yang diluncurkan yakni Sa Hadir (Sistem Aplikasi Hadir Absen Digital Informasi Realtime), Sa Sekolah (Sistem Aplikasi Siswa Edisi Kehadiran Online Lingkungan Aman dan Harmonis), serta Sikopera (Sistem Informasi Kehadiran Online Pendidik Koperapoka I).
Margarita menjelaskan, aplikasi Sa Hadir dan Sikopera diperuntukkan bagi guru. Melalui sistem tersebut, guru diwajibkan melakukan absensi saat memulai pelajaran dengan batas waktu kehadiran pukul 07.30 WIT.
“Ketika bel berbunyi, guru sudah harus berada di dalam kelas dan melakukan absensi dengan mengunggah foto diri berlatar belakang siswa sebagai bukti kehadiran,” jelasnya.
Sementara itu, aplikasi Sa Sekolah ditujukan bagi siswa dan orang tua untuk memantau kehadiran peserta didik secara daring.
“Orang tua dapat memantau kehadiran anak-anaknya melalui aplikasi ini. Data absensi akan dikirim dan dapat diakses dengan memindai barcode yang tersedia,” terangnya.
Dengan jumlah warga sekolah mencapai 1.031 orang, pengawasan kehadiran secara manual dinilai tidak lagi efektif. Oleh karena itu, sistem absensi online diterapkan untuk memastikan kedisiplinan guru dan siswa berjalan optimal.
Menurut Margarita, disiplin waktu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan waktu juga merupakan bentuk pelanggaran yang kerap tidak disadari.
“Korupsi tidak hanya soal uang. Ketika kita tidak disiplin terhadap waktu, itu juga merupakan bentuk korupsi waktu,” tegasnya.
Melalui inovasi digital ini, SD Inpres Koperapoka I diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih produktif, efisien, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan.(Lyddia Bahy)

