MIMIKA,(timikabisnis.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengingatkan pentingnya imunisasi anak menyusul ditemukannya 29 kasus terduga campak di wilayah Kabupaten Mimika pada awal tahun 2026.
Kasus campak masih menjadi perhatian serius di Mimika. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah kasus terus mengalami peningkatan. Bahkan, pada dua tahun berturut-turut, yakni 2023 hingga 2025, kasus campak ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya pengendalian, salah satunya melalui pemberian imunisasi campak tambahan di sejumlah wilayah.
“Upaya pengendalian terus kami lakukan. Hasilnya sempat terlihat pada akhir Desember 2025 dengan adanya penurunan kasus. Namun, pada awal tahun 2026 kembali ditemukan 29 kasus terduga campak di beberapa puskesmas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kasus terduga campak tersebut ditemukan di antaranya di Puskesmas Pasar Sentral dan Puskesmas Timika Jaya. Seluruh kasus tersebut hingga kini masih bersifat dugaan dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Menanggapi kondisi tersebut, Kamaludin mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak ragu membawa anak ke posyandu maupun puskesmas untuk mendapatkan imunisasi lengkap, termasuk vaksin campak.
“Sebanyak 29 kasus ini memang masih terduga dan belum ada hasil uji laboratorium. Namun kami berharap para orang tua tetap rajin membawa anaknya ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi,” jelasnya.
Menurutnya, rendahnya cakupan imunisasi menjadi salah satu faktor utama munculnya kembali penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.
Oleh karena itu, para orang tua diminta segera melengkapi imunisasi anak, tidak hanya campak, tetapi juga imunisasi lainnya seperti BCG, DPT, dan polio, guna membentuk kekebalan tubuh secara optimal. (Liddya Bahy)

