Dinkes Mimika Temukan 489 Kasus HIV/AIDS pada Tahun 2025

MIMIKA, (timikabisnis.com)– Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika telah melakukan pemeriksaan kasus HIV/AIDS terhadap 58.220 orang. Pemeriksaan ini jauh di atas dari yang ditargetkan yaitu 39.944 orang.

Pemeriksaan HIV di Mimika ini menyasar berbagai kelompok yaitu kelompok berisiko tinggi, pasien Tuberkulosis (TBC), dan populasi kunci, seperti pekerja seks, dan juga masyarakat umum.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Kamaludin, mengatakan pada tahun 2025 lalu jumlah kasus HIV/AIDS mengalami peningkatan dibanding pada tahun 2024.

Pada tahun 2024, Dinkes Mimika mencatat sebanyak 451 orang kasus baru HIV/AIDS. Sementara pada tahun 2025, jumlah tersebut meningkat menjadi 489 orang.

Kenaikan tersebut seiring dengan bertambahnya cakupan pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Secara epidemiologis, kata Kamaludin, laju penularan HIV di Mimika masih tergolong terkendali, meskipun prevalensinya relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa kabupaten lain di Papua seperti Nabire, Merauke, dan Jayapura.

” Pada tahun 2024, pasien kami 451 orang. Di tahun 2025, pasien kami menjadi 489 orang. Hal ini dipengaruhi jumlah test yang juga naik,” terangnya saat ditemui di kantornya pada Senin (19/1/2026).

Terkait hal itu, Dinkes Mimika meningkatkan upaya pencegahan yang dilakukan melalui promosi kesehatan, promosi penggunaan kondom, serta pelaksanaan program Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) bagi kelompok berisiko.

Di samping itu, edukasi kesehatan reproduksi juga diberikan di sekolah-sekolah untuk meningkatkan pemahaman pelajar tentang pencegahan HIV/AIDS sejak dini.

Kendati demikian, Kamaludin menegaskan semua itu kembali kepada pola hidup dan perilaku masing-masing. Menurutnya, faktor penyebab paling dominan adalah faktor seksual.

” Ini soal pola hidup dan perilaku masing-masing. Untuk menekan angka itu, kembali lagi ke perilaku masing-masing karena salah satu faktor yang menonjol disebabkan faktor seksual,” tuturnya. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *