MIMIKA,(timikabisnis.com) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Dessy Putrika Ross Rante, SE, melaksanakan kegiatan reses tahap II tahun 2025.
Kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat tersebut berlangsung selama dua hari di tiga kampung, yakni dimulai pada Senin (6/10/2025) di Kampung Naena Muktipura, Distrik Iwaka, dan Selasa (7/10) di Kampung Tipuka dan Hiripau Distrik Mimika Timur, yang dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan.
Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan sejumlah usulan prioritas. Salah satunya, perbaikan jalan poros SP6–Lopon yang kerap mengalami banjir dan berdampak pada hasil pertanian warga. Masyarakat berharap pemerintah segera merespons keluhan tersebut agar banjir tidak terus terjadi.
Selain itu, sebagian besar warga setempat yang berprofesi sebagai petani juga meminta perbaikan jalan tani, drainase, serta penyediaan sumur bor. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan air bersih setiap musim kemarau. Sementara itu, warga di SP9 mengusulkan pembangunan jembatan untuk memperlancar akses menuju lahan pertanian.
Adapun warga di SP7 berharap dibukanya jalan penghubung menuju SP6, SP12, dan SP13, sedangkan warga SP5 meminta pemerintah melalui OPD teknis agar memperhatikan kondisi akses jalan SP5–SP9 yang mulai rusak, serta pemasangan lampu jalan di setiap kampung.
Dalam kesempatan itu, Dessy juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kamtibmas dan kebersihan lingkungan guna mencegah penyakit seperti malaria serta infeksi kulit dan TB.
Usai menampung aspirasi warga Naena Muktipura, pada Selasa (7/10), Srikandi Demokrat itu melanjutkan reses ke Kampung Hiripau dan Tipuka di Distrik Mimika Timur.
Di Kampung Tipuka, warga sebelumnya pada reses tahap I telah mengusulkan renovasi gedung gereja. Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Dessy pun menyerahkan bahan bangunan dan bantuan uang tunai untuk ongkos kerja tukang.
“Pada reses tahap II ini saya datang memenuhi janji kepada warga, sekaligus menyerahkan bantuan sebagai bentuk komitmen kami menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” ungkap Dessy Putrika kepada timikabisnis.com, Rabu (8/10).
Kegiatan reses di Tipuka dan Hiripau dihadiri para tokoh masyarakat dan warga setempat. Dalam dialog, warga kembali menyampaikan keluhan terkait ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kebutuhan air bersih ini menjadi catatan saya untuk diperjuangkan melalui pokok pikiran (Pokir),” ujar Dessy, menegaskan komitmennya menampung dan memperjuangkan aspirasi warga.
Selain itu, warga juga menyoroti banjir di beberapa titik wilayah, serta mengusulkan bantuan peralatan nelayan dan dukungan bagi pengembangan UMKM guna membuka peluang usaha di Kampung Tipuka dan Hiripau.
Dessy Ross Rante menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas dan tanggung jawab anggota dewan untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung di lapangan. Setiap aspirasi yang dihimpun akan diperjuangkan dan ditindaklanjuti kepada pemerintah dalam pembahasan APBD tahun berikutnya.
“Reses ini adalah momentum bagi kami untuk mendengarkan langsung keluhan, masukan, dan harapan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku,” tutupnya. (Anis Batalotak)

