MIMIKA,(timikabisnis.com) — Dibawah kepemimpinan Dr. Leonardus Tumuka, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terus menunjukkan langkah nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi generasi muda Papua. Salah satu wujudnya adalah dengan mengirimkan tiga peserta program beasiswa YPMAK untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Malaysia.
Ketiga penerima beasiswa tersebut adalah: Julius Rifaldo Beanal, jurusan Geological Engineering, Asia Pacific University (APU),Arnold Janampa, jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, University College Sedaya International (UCSI), dan Febriana Jawame, jurusan Manajemen Bisnis, Asia Pacific University (APU)
Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Perencanaan, Fery Magai Uamang, menjelaskan bahwa program beasiswa luar negeri ini merupakan inisiatif baru yang dicetuskan di bawah kepemimpinan Dr. Leonardus Tumuka.
“Program pengiriman mahasiswa ke luar negeri sebenarnya pernah dilakukan sebelumnya, seperti ke China dan Jerman, namun sempat terhenti karena berbagai kendala. Di bawah kepemimpinan Dr. Leonardus, kami menata ulang dan mencetuskan kembali program ini dengan konsep baru yang lebih terarah dan berkelanjutan,” ungkap Fery.
Ia menambahkan, di masa mendatang YPMAK menargetkan pengiriman mahasiswa ke berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara Eropa.
“Tujuannya agar anak-anak Mimika dapat bersaing di dunia internasional dengan mengedepankan kualitas, bukan sekadar kuantitas,” tegasnya.
Fery menjelaskan, seleksi penerima beasiswa luar negeri dilakukan dengan ketat. Calon peserta harus memiliki prestasi akademik, berasal dari suku Amungme dan Kamoro, menguasai bahasa asing (terutama bahasa Inggris), serta memilih jurusan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Dari lima calon yang kami ajukan, hanya tiga yang memenuhi seluruh kriteria. Ini menjadi bukti bahwa kami benar-benar menjaga standar kualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, menegaskan bahwa program ini kini dipersiapkan dengan lebih matang dibanding sebelumnya.
“Kalau dulu prosesnya masih sederhana — peserta dipilih lalu langsung dikirim — sekarang kami memastikan semua calon benar-benar siap, baik dari segi kemampuan bahasa, akademik, maupun mental,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar generasi muda Papua bisa bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“YPMAK ingin memastikan bahwa setiap anak yang kami biayai siap menjadi representasi terbaik daerahnya di dunia pendidikan global,” pungkasnya. (Lidya Bahy)

