Plt Bupati Jhon Rettob Turun Langsung Ikut Melihat Keberhasilan Pemkab Banyumas Soal Pengolahan Sampah

Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob,S,Sos,MM bersama Buati Banyumas Ir. Achmad Husein didampingi oleh bersama Asisten III Setda Mimika Bidang Administrasi Umum, Henriette Tandiyono, Staff Ahli Bupati Mimika Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Setinus Timang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Jefri Deda, Sekretaris Komisi C DPRD Mimika, Saleh Alhamid, Ketua Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Mimika Abraham Raweyau dan sejumlah pejabat dan staff di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Perwakilan dari Satpol PP, serta UMKM se kabupaten Mimika, saat melihat langsung Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Patikraja Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (8/5/2023)/Foto : husyen opa

PURWEKERTO, (timikabisnis.com) – Upaya pemerintah kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Mimika , Provinsi Papua Tengah yang kini tengah mencoba untuk mewujudkan pengelolaan sampah bernilai ekonomis dengan berbasis memberdayakan UMKM dan masyarakat kabupaten Mimika, dimana komitmen tersebut dibuktikan dengan Plt Bupati Mimika Johanes Rettob,S,Sos,MM yang turun dan ikut langsung untuk melihat dan memastikan Kegiatan Kunjungan Kerja soal pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada hari pertama di Purwekerto Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (8/5/2023).

Plt Bupati Mimika Johanes Rettob bukan sendiri dalam melihat kegiatan Kunjungan Kerja dalam rangka Koordinasi dan Sinkronisasi Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan di kabupaten Banyumas Tahun 2023, JR juga didampingi langsung oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, Junaedi.

Bukan saja Plt Bupati Mimika Johanes Rettob yang hadir dalam kegiatan kunjungan kerja di Banyumas tersebut, turut hadir sejumlah pejabat dari Pemkab Mimika diantaranya, Asisten III Setda Mimika Bidang Administrasi Umum, Henriette Tandiyono, Staff Ahli Bupati Mimika Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Setinus Timang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Jefri Deda, Sekretaris Komisi C DPRD Mimika, Saleh Alhamid, Ketua Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Mimika Abraham Raweyau dan sejumlah pejabat dan staff di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Perwakilan dari Satpol PP, serta UMKM se kabupaten Mimika.

Setelah menerima presentase dan pemaparan dari Bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein dan Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, Junaedi tentang bagaimana Banyumas Berhasi dalam menyelesaiakn Permasalahan Sampah hampir Tanpa Tempat Pembuanan Akhir (TPA) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Banyumas, Senin (8/5/2023) pagi, Plt Bupati Mimika Johanes Rettob dan Bupati Banyumas Ir Achmad Husein bersama seluruh peserta kegiatan mengunjungi Menara Pandang Teratai dimana sebagian bangunan khususnya jalan menggunakan paving block plastic yang terbuat dari pengolahan sampah berbasis ekonomi dan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Patikraja Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja.

Rombongan Plt Bupati Mimika Johanes Rettob bersama rombongan didampingi Bupati Banyumas dengan begitu bersemangat melihat secara langsung melihat secara langsung baaimana kegiatan pengolahan sampah hinnga proses pemilahan dan pembakaran hingga bagaimana melakukan budidaya magot dengan pakan sampah organik yang masuk ke TPST setempat. Sementara di sisi kanan, ada mesin pirolisis sebagai mesin pemusnah sampah. Bahkan, mesin itulah yang memusnahkan sampah warga yang menjalani isolasi mandiri, Mesin tersebut sudah memenuhi standar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) karena pembakaran dengan suhu di atas 800 derajat Celcus.

Hampir semua bagian dan sisi dari proses pengolahan sampah yang ada di TPST Patikraja Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja dikunjungi oleh Plt Bupati Jhon Rettob bersama rombongan. Plt Bupati dan Asisten III serta Staff Ahli Bupati dan Kadis Lingkungan Hidup sesekali mendapatkan mendapatkan penjelasan dari petugas atau karyawan yang ada di TPST tersebut.

Plt Bupati Mimika Johanes Rettob disela sela kunjungangnnya bersama rombongan di TPST Patikraja tersebut mengatakan apa yang dilihat dan disaksikan langsung ke lapangan soal penanan sampa berbasis ekonomi dan masyarakat yang sudah dilihat di Banyumas ini harus dapat kita tiru dan implementasikan di kabupaten Mimika.

“Seluruh Staf DLH, UMKM, Kadin dan DPRD hari ini sudah melihat secara langsung dan mendapatkan penjelasan yang sangat bermanfaat soal bagaimana menangani sampah yang bernilai ekonomis yang dapat menambah penghasilan ekonomi dan pemerintah juga tidak dibuat susah dalam penanganan sampa. Apa yang hari ini kalian lihat dan saksikan langsung, setelah balik ke Timika kita segara laksanakan. Pemerintah pada prinsipnya siap membantu untuk menyiapkan sarana dan prasarana, tinggal UMKM dan Masyarakat lah yang akan menjadi ujung tombak dan penggerak,”ungkap Johanes Rettob, disela sela kunjungan di TPST Banyumas, Jawa Tengah , Senin (8/5/2023).

Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein dalam peresentase singkat dan pemaparannya kepada tim Pemkab Mimika di Pendopo Pemkab Banyumas mengakui  bahwa upaya dari Pemerintah kabupaten Mimika bersama masyarakat telah berkomitmen untuk bagaimana mengatasi persoalan sampah di Banyumas bisa mendatangkan kesejateraan masyarakat.

“Awalnya memang tidak gampang dalam melaksanakan dan mengelola sampah secara baik sehingga kami juga banyak masalah terutama penolakan dari masyarakat yang demo, sehingga mencoba menerapkan pengelolaan sampah mulai dari hulu, tengah hingga hilir. Saya belajar sampah karena keterpaksaan ada TPA yang dikelola Pemda itu ditutup warga sehingga sampah ada dimana mana, tifdak bisa masuk ke TPA. Pengolahan sampah dari hulu dicoba dengan pemilahan sampah sejak dirumah tangga, lewat sejumlah aplikasi penjemputan sampah, berikut upaya pengolahan ditengah adalah melalui Kelompok Swadaya Masyarakat KSM yang bertugas memilah sampah organic dan anorganik,”terang Achmad Husein.

Langkah terobosan ini terus dilakukan disetiap TPST atau hangar-hanggar sampah disetiap kecamatan, dimana sampah orgnaik dijadikan Kompos dan pakan Magot. Botol plastic bekas juga dijual kembali untuk didaur ulang, untuk magot, di Banyumas perhari sudah bisa memproduksi 3,5 ton maggot.

Foto bersama Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob,S,Sos,MM bersama Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein didampingi oleh Asisten III Setda Mimika Bidang Administrasi Umum, Henriette Tandiyono, Staff Ahli Bupati Mimika Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Setinus Timang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Jefri Deda, Sekretaris Komisi C DPRD Mimika, Saleh Alhamid, Ketua Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Mimika Abraham Raweyau dan sejumlah pejabat dan staff di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Perwakilan dari Satpol PP, serta UMKM se kabupaten Mimika, di Banyumas  Jawa Tengah, Senin (8/5/2023)/Foto : husyen opa

“Sampai saat ini di Banyumas sudah ada 29 KSM dengan tenaga kerja kurang lebi 1.200 orang, ini ditenagh dan disini kunci penglahan sampah Banyumas. Semuanya hidu dan mendapatkan keuntungan dari pengolahan sampah ini, dan dari KSM ini sampai yang tersisa sekitar 9 persen baru masuk ke TPABLE, yaitu tempat pemrosesan Akhir Sampah berbasis Lingkungan dan edukasi. Disini pemprosesan sampa memakai mesin antara lain, sampah diola menjadi RDF (Refuse Derive Fuel) sebagai bahan bakar pengganti batubara dan juga Paving Block plastic,”jelas Husein.

Diakui Bupati Banyumas, dari sumber penghasilan KSM itu dari penjulana sampah High Value, seperti plastic, Kresek, Plastik Kemasan, Botol plastic. Dengan pemasukan delapan truk sampa perhari, di Banyumas mereka mendapatkan penghasilan Rp 30 juta perbulan.

“Kalau Mimika mau mengadopsi cara mengatasi sampah seperti di Banyumas cukup dengan penambahan alat. Misalnya hot extruder dan mesin hidrolik dan mesin pemisah beranma Gibrik atau biasa disebut mesin pemilah sampah. Alat tersebut berguna untuk menghasilkan plastic cair dan mencetaknya menjadi berbagai produk, sementara sampah yang tidak bisa dimanfaatkan bisa dibakar dengan alat pirolisis yang sudah sesuai aturan dan ketentuan Kementrian Lingkungan Hidup,”ujarnya.

Bupati Banyumas mengaku, kalau Mimika hanya mengasilkan sampah perhari 280 ton perhari itu tidak sulit, Kalau Pemerintah kabupaten Mimika benar benar mau mengatasi sampah adalah dengan memikirkan bagaimana harus sampah itu harus menjadi uang, dan kalau jadi uang samah itu harus berubah jadi barang lain.

“Kalau mau sunggu sungguh untuk menangani sampah di Mimika, saya siap membantu dengan memberikan kiat atau cara mengatasi sampa. Saya janji saya akan berikan dan meminat Kadis Lingkungan Hidup untuk membantu Mimika, bahkan bila perlu saya akan datang ke Timika dengan membawa PLN untuk bisa menjajaki kerja sama dengan PT Freeport Indonesia dalam pemanfaatan dari olahan sampah untuk menjadi pembangkit tenaga listrik pengganti batubara. Saya benar benar ingin membantu Pemkab Mimika, nanti dijadwalkan untuk saya bersama Kadis DLH dan PLN untuk datang ke Timika,”ungkap Husein.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Jefri Deda mengatakan, bahwa pihaknya telah mengusulkan program di APBD tahun anggaran 2023 yaitu pembangunan Pusat Daur Ulang (PDU) sampah dan pengadaan dua mesin pemilah, dan untuk di APBD Perubahan akan diusulkan untuk pendidikan dan pelatihan serta peningkatan SDM yaitu untuk melatih tenaga operator yang akan menjalankan mesin pemilah sampah tersebut.

Pada kesempatan kunjungan hari pertama di Banyumas, Plt Bupati Mimika Johanes Rettob dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup turut bertukar cinderamta dengan Bupati Banyumas Achmad Husein dan Kadis Lingkungan Hidup Banyumas, Junaedi yang berlangsung di Pendopo Pemkab Banyumas.

Kegiatan kunjungan kerja tentang pengelolaan sampah di Banyumas masih akan berlanjut pada hari kedua, Selasa (9/5/2023) besok dengan mengunjungi sejumlah dan pabrik pengolahan sampah. (*opa)

Administrator Timika Bisnis