Timika (Timikabisnis) – Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob (JR), meresmikan kantor sekretariat Lembaga Masyarakat Adat (LMA) tiga Kampung yang ada di area tambang PTFI yaitu Tsinga, Waabanti dan Aronop (Tsingwarop), di Jalan C. Heatubun, pada Sabtu (03/12/2022).
Acara peresmian yang dihadiri ratusan warga itu, dirangkai dengan ibadah pemberkatan kantor dan upacara adat bakar batu sebanyak 46 ekor babi.
Hadir dalam peresmian tersebut mewakili Manajemen PTFI Arnold Kayame, Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, Mewakili Dandim Mimika dan tamu undangan dari para tikoh masyarakat serta perwakilan dari paguyuban-paguyuban.
Plt Bupati Mimika JR, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas perjuangan LMA Tsingwarop, yang selalu berkiblat pada kepentingan seluruh masyarakat sekitar gunung tambang. Di momen hari yang baik itu sudah secara resmi mempunyai kantor untuk berbagai keperluan operasional organisasi warga 3 kampung yaitu Tsinga, Waabanti dan Aroanop.
“Ini merupakan niat yang baik dari masyarakat dengan melakukan perjuangan. Sekarang kita sudah resmikan dan lembaga ini bisa memberikan berkah bagi masyarakat. Lembaga adat itu merupakan suatu tempat menampung aspirasi masyarakat. Jadi, kita semua yang ada selain itu juga lembaga ini menjadi tempat di mana bisa memberikan saran pendapat aspirasi masyarakat,” ujarnya
Lagi kata JR, dengan adanya Lembaga Adat LMA Tsingwarop ini ia meminta jangan sampai masyarakat terpecah belah oleh karena adanya pendirian pendirian lembaga adat. Jangan sampai orang berpikir dengan adanya LMA ini memecah belah orang Amungme.
“Orang Amungme harus tetap bersatu. Kita harus pastikan itu tidak akan terjadi. Mudah-mudahan orang Amungme tidak mudah dipecah belah. Tidak ada lagi dualisme dualisme dan lain-lain itu tidak boleh. Mudah-mudahan LMA Tsingwarop ini menjadi dasar sebagai pintu masuk semua orang Amungme bisa berkumpul menjadi satu,” tegasnya.
Menurut JR salah satu tugas pokok lembaga adat adalah untuk menampung aspirasi dan harus dapat dukungan dari seluruh masyarakat. Diharapkan dengan adanya kantor tersebut dijadikan tempat pertemuan masyarakat tiga kampung dan bisa berkomunikasi dengan wilayah-wilayah adat yang lain.
“Kita tidak boleh membentuk lembaga hanya karena egoisme kita dan kepentingan-kepentingan pribadi. Hari ini mari kita bersama satukan pikiran kita. Supaya kita buat kita menjadi tuan di atas tanah kita sendiri,” ungkapnya.
Sementara, mewakili Manajemen PTFI, Arnold Kayame, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya berharap agar berkat yang sudah diberikan baik oleh pemerintah maupun oleh perusahaan bisa dikelola dengan baik untuk kepentingan masyarakat. Sampai saat ini masih banyak PR yang harus kami lakukan, PT Freeport selalu melihat masyarakat Amungme terutama pada masyarakat Tiga desa yang ada di areal tambang sebagai mitra utama
“Sehingga kehadiran kami di sini untuk menghargai kepada masyarakat yaitu mendengarkan dan memberikan apresiasi untuk melihat secara bersama-sama apa yang harus diberikan. Kami juga mengharapkan LMA Tsingwarop ini merupakan rumah besar dari Lemasa, sehingga mari kita sama-sama masuk dalam tongoi itu untuk berpikir untuk masyarakat,” tuturnya.
Lagi katanya, di mana wilayah-wilayah yang terdampak merupakan tanggung jawab perusahaan. Kalau menyangkut wilayah-wilayah yang terdampak ia mengajak untuk membicarakannya dengan baik lewat diskusi sehingga selesaikan bersama, baik melalui LMA Tsingwarop maupun Lemasa.
“Karena Freeport juga memiliki MoU dengan lembaga adat sehingga kita harus bermitra bersama dengan baik. Kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Kita harus berjalan bersama-sama untuk melihat sesuatu hal yang penting demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Arnold menambahkan, bermitra itu menjadi sesuatu yang sangat penting. Ia mengajak semua pihak untuk menghilangkan ego pribadi kepentingan pribadi. Semua masuk di dalam Tongoi yang sudah ada kita duduk atur secara baik.
“Supaya kita tahu daerah-daerah yang terdampak kami terbuka untuk diskusi bersama tokoh-tokoh masyarakat toko adat. Supaya kita bisa menjalin hubungan yang baik tentunya suatu hal itu kita jangan buat sesuatu secara sembunyi-sembunyi,”ungkapnya.
Selanjutnya Ketua LMA Tsingwarop, Yulius Janampa, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Plt Bupati Mimika yang sudah membantu dan mendorong sehingga LMA Tsingwarop sudah terdaftar di Kesbangpol Kabupaten Mimika.
“Terima kasih Pak Plt Bupati, kami juga mendapatkan bantuan dari Kesbangpol untuk mendukung pelayanan dan program yang kami lakukan beberapa bulan ke depan,” tuturnya.
Yulius mengungkapkan pihaknya meminta bantuan kepada Plt Bupati Mimika terkait perjuangan dari FPHS yang hingga saat ini belum ada kejelasan.
“Masyarakat berharap Pak Plt Bupati bisa membantu perjuangan masyarakat melalui FPHS yang hingga saat ini belum masyarakat nikmati,” tandasnya. (tim)

