Tokoh Intelektual Amungme Antonius Beanal/Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Menjelang pengesahan RUU Tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) termasuk Provinsi Papua Tengah (PPT), hari ini ribuan warga Mimika turun ke jalan jalan di kota Timika untuk mendesak Komisi II DPR RI menetapkan Mimika sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah.
Massa yang berkumpul di Eks Lapangan Pasar Lama Timika warga, Kamis (30/6/2022) secara bergantian menyampaikan orasi yang intinya mengajak semua warga Mimika hari ini untuk turun bersama sama menyuarakan agar Mimika menjadi ibukota PPT.
Salah satu ancaman disampaikan bila Mimika batal menjadi ibukota Papua Tengah, maka akan menutup total operasi tambang PT Freeport Indonesia yang ada di Timika.
Salah satu Tokoh intelektual Amungme, Antonius Beanal kepada wartawan menegaskan atas nama intelektual menegaskan bahwa Ibukota provinsi Papua Tengah harus di Timika tidak boleh dibawah ke kabupaten lain.
“Ibukota Papua Tengah harus di Timika, tidak boleh bawa ke mana – mana. Karena PTFI yang berada di Mimika ini kasih makan orang diseluruh dunia. Kalau seandainya ibukota Propinsi Papua Tengah ada di Nabire, maka kami akan tutup PTFI selama – lamanya, “ancam Antonius Beanal di Lapangan Eks Pasar Lama Timika, Kamis (30/6/2022).
Menurutnya, rencana pemekaran provinsi yang ibu kota di Timika ini bukan baru sekarang, tapi dari beberapa tahun yang lalu.
“Oleh karena itu, kami harap intelektual Amungme dan Mimika Wee jangan diam. Tidak boleh diam, tidak boleh tinggal – tinggal di rumah, tidak boleh diam, “serunya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Papua Non Papua yang berada di Mimika ini untuk hari ini menyuarakan agar Ibukota Papua Tengah tetap berada di Timika.
“Jadi Provinsi Papua Tengah ibukotanya harus di Timika, tidak boleh bawa ke mana – mana. Komisi II DPR RI, tidak boleh bawa ibukota propinsi Papua Tengah ke mana – mana, tapi harus di Timika, karena Timika sudah layak, “katanya. (Opa)
