Foto bersama rombongan Pansus PON DPRD Mimika foto bersama dengan Ketua Harian Sub PB PON Klaster Mimika, Marthen Paiding, Sekretaris Umum Sub PB PON Klaster Mimika, Cesar Avianto Tunya serta Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Mimika, Suyani di Venue Panjat Tebing, Sp2, Timika, Rabu (3/11/2021)/Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnisnis.com) – Setelah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Pelaksana Sub PB PON XX Klaster Mimika pada Selasa, (2/11/2021) kemarin, Panitia Khusus (Pansus) PON XX DPRD Mimika pada, Rabu (3/11/2021) meninjau sejumlah venue dan gudang penyimpanan barang serta asset panitia pasca pelaksanaan PON XX Papua 2021 lalu.
Rombongan Pansus PON DPRD Mimika dipimpin langsung Ketua Pansus, H.Iwan Anwar,SH,MH dan didampingi para anggota Pansus lainnya seperti, Rizal Pata’dan, Drs Leonardus Kocu, Muhammad Nurman S Karupukaro, Herman Gafur, Novian Kulla, Yulian Salossa, Anton Palli, Mathius Uwe Yanengga dan Semuel Bunai.
Dalam meninjau venue dan gudang penyimpanan Asset PON XX, rombongan Pansus DPRD Mimika turut didampingi Ketua Harian Sub PB PON Klaster Mimika, Marthen Paiding, Sekretaris Umum Sub PB PON Klaster Mimika, Cesar Avianto Tunya serta Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Mimika, Suyani.
Venue pertama yang dikunjungi Pansus PON XX DPRD Mimika adalah Venue Panjat Tebing yang terletak di Jalan Menuju Mimika Sport Complex, di venue panjat tebing ini, pansus mendapatkan penjelasan baik dari Ketua Harian maupun Seketaris Umum Sub PB PON Mimika Cesar Avianto dan kabid Cipta Karya Dinas PUPR Suyani.
Selain mendapatkan penjelasan terkait perencanaan dan pembangunan venue panjat tebing, rombongan pansus juga menyusuri dan melihat secara langsung arena panjat tebing dengan seluruh fasilitas yang ada di dalam venue tersebut.
Selain melihat secara langsung area dan fasilitas divenue tersebut, rombongan pansus PON XX DPRD Mimika juga melihat gudang penyimpanan peralatan dari seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan di klaster Mimika. Digudang peralatan, rombongan pansus melihat secara dekat seluruh peralatan yang masih tersimpan rapih di gudang yang berada d samping arena venue panjat tebing.

Rombongan Pansus DPRD Mimika saat melihat gudang peralatan milik Sub PB PON Mimika di Jalan Budi Utomoa Ujung/Foto : husyen opa
Usai mengunjungi venue Panjat Tebing, rombongan pansus selanjutnya bergerak menuju venue Bilyar yang terletak di Jalan Poros SP 2- SP 5. Rombongan pansus sambil menlihat secara dekat bangunan fisik venue bilyar juga mendapatkan penjelasan dari Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Mimika tentang proses perencanaan pembangunan hingga rencana pengelolaan pasca pelaksanaan PON.
Rombongan Pansus DPRD Mimika juga melihat secara langsung ruang utama venue bilyar diantaranya arena serta meja bilyard yang bertaraf internasional dengan fasilitas lengkap ruang penonton VVIP maupun penonton, serta ruang pemanasan bagi atlet sebelum bertanding.
Usai meninjau venue bilyar, rombongan Pansus DPRD Mimika kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Budi Utomo Ujung menuju SP 1 lokasi gudang utama bidang peralatan Sub PB PON Klaster Mimika. Seluruh peralatan cabor atletik yang digunakan untuk perlombaan atletik diamankan di gudang tersebut.
Digudang peralatan di Jalan Budi Utomo Baru ini, sejumlah anggota pansus DPRD Mimika memeriksa semua peralatan atletik yang telah disusun rapi di dua ruko yang sementara dijadikan gudang penyimpanan.
Ketua Pansus PON XX DPRD Mimika disela sela kunjungan melihat venue dan gudang penyimpanan peralatan mengaku peninjauan dan melihat langsung kondisi sejumlah venue cabang olahraga pasca PON XX ingin memastikan bagaimana kondisi terakhir venue setelah selesai digunakan.
Menurutnya, selain melihat kondisi venue beberapa cabor pansus juga ingin memastikan seluruh peralatan yang ditinggalkan pasca PON dan bagaimana kelanjutan peralatan tersebut.
“Pelaksanaan PON XX di Sub Klaster Mimika dapat dikatakan sukses, namun yang menjadi konsentrasi pansus saat ini yaitu bagaimana selanjutnya venue venue dan peralatan serta pengelolaan dan pemeliharaannya. Ini yang ingin kami pastikan, bagaimana selanjutnya peralatan yang ada, kalau bisa pengelolaan venue dan peralatan harus kita pikirkan bersama pemerintah dan dewan,”tegas Ketua Pansus PON XX DPRD Mimika, H.Iwan Anwar,SH,MH usai meninjau venue dan gudang peralatan, Rabu (3/11/2021).
Ia menjelaskan, tujuan rombongan Pansus PON XX DPRD Mimika meninjau venue dan gudang ini untuk memastikan kondisi dilapangan berdasarkan laporan dan data yang disampaikan Sub PB PON Mimika pada Rapat Dengar Pendapat pada , Selasa (2/11/2021) kemarin.
H.Iwan berharap kepada Sub PB PON KLaster Mimika agar venue atau peralatan yang nantinya kalau dihibahkan ke pemerintah harus dapat dipastikan dikelola oleh OPD mana.
“Kalau dihibahkan akan jadi beban OPD mana, sebab semua asset seperti venue dan peralatan merupakan asset berharga yang harus dijaga dan dirawat baik. Sebab kalau satu saja kurang, maka akan mempengaruhi asset lain. Tolong Panitia check list secara baik jangan sampai ada yang terlewatkan,”pintanya.

Rombongan Pansus PON XX DPRD Mimika saat berada di Venue Bilyard Mimika/Foto : husyen opa
Anggota Pansus lainnya, Drs Leonardus Kocu berharap agar pemerintah melalui Panitia sudah dapat memperhitungkan besaran biaya untuk pemeliharaan atau kepada OPD dan pihak ketiga mana yang akan mengelola semua venue yang sudah dibangun dengan biaya cukup mahal menggunakan dana APBD Mimika.
Hal senada juga dikatakan anggota pansus DPRD lainnya Muhammad Nurman S Karupukaro, bahwa semua asset yang dibangun dengan menggunakan APBD Mimika harus dapat dijaga dan dirawat, seperti venue Bilyar dengan standar bangunan serta peralatan yang cukup mahal.
“Yang harus kita pikirkan dewan dan pemerintah adalah asset dan peralatan yang ada saat ini bila tak dijaga dan dirawat baik maka bisa rusak, ini harus perlu diusulkan dan di program oleh pemerintah termasuk pemeliharaan dan perawatan venue yang ada tidak mudah,”pungkas Nurman.
Sementara Sekretaris Umum Sub PB PON Klaster Mimika, Cesar Avianto Tunya mengaku, bahwa terkait peralatan yang masih menjadi milik PB PON Papua saat ini sedang kita usulkan agar asset yang ada ini dihibahkan kepada pemerintah kabupaten Mimika.
“KONI Mimika atas nama pemerintah daerah telah mengirim surat kepada KONI Papua untuk permintaan peralatan yang digunakan oleh seluruh cabor yang dipertandingkan di Mimika bisa dihibahkan. Kami berharap nantinya seluruh peralatan tersebt bisa menjadi milik kabupaten Mimika,”jelas Cesar.
Sementara Kabid Cipta Karya DInas PUPR Mimika, Suyani mengatakan seluruh asset bangunan maupun status kepemilikan tanah yang dibangun venue dengan dana APBD Mimika sampai dengan selesai perhelatan PON berakhir semua aman.
“Kalau soal bangunan dan status tanah hingga saat ini semua aman dan tidak ada masalah, untuk kelanjutan pengelolaan dan biaya pemeliharaan masih menunggu petunjuk dari Bupati Mimika,”tegas Suyani. (*opa)
