Melkianor Minama salah satu tokoh masyarakat Kampung Kapiraya saat menyampaikan aspirasi kepada Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE di Balai Kampung Kapiraya, Kamis (14/10/2021)/Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Warga Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika mendesak pemerintah daerah kabupaten Mimika untuk menyelesaikan persoalan tapal batas wilayah yang saat ini sedang terjadi di distrik Mimika Barat Tengah.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat kampung Kapiraya, Melianor Minama kepada Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE saat melakukan Kunjungan Kerja di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, pada Kamis (14/10/2021).
“Bapak sebagai perwakilan masyarakat Mimika termasuk warga Kampung Kapiraya meminta dengan tegas tolong sampaikan ke pemerintah agar persoalan pencaplokan wilayah dari distrik Mimika Barat Tengah diselesaikan sebelum pemekaran Provinsi Papua Tengah. Kami tidak mau ini nanti menjadi masalah, kami sudah berulang kali sampaikan ini tetapi tidak ada realisasi atau jawaban yang tegas,”pinta Melianor
Menurut Melkianor, kami warga sebagai pemilik wilayah adat Mimika di distrik Mimika Barat mempertanyakan status kampung dan distrik dari kabupaten lain bisa masuk di wilayah kabupaten Mimika.
“Karena ini menjadi hal yang sangat urgent sehingga perlu adanya respon cepat dan penanganan dari pemerintah kabupaten Mimika, jangan sampai kedepan terjadi konflik antar warga hanya karena persoalan klaim wilayah. Kalau dibiarkan tanpa penyelesaian ditakutkan kedepan akan terjadi masalah, mohon ini dapat segera diselesaikan, “ujar Melkianor kepada Wakil Ketua II DPRD Mimika saat menggelar pertemuan di Balai Kampung Kapiraya.
Lanjut kata Melikianor, dalam satu wilayah yang jaraknya tidak begitu jauh bisa ada satu distrik dan kampung dari kabupaten yang berbeda.
“Jarak kami Kampung Kapiraya dengan Kampung Mogodadi kabupaten Deiyai sangat berdekatan, sangat tidak masuk akal dalam wilayah kabupaten dengan jarak yang sangat dekat ada kampung lain dari kabupaten lain,”keluhnya.
Menanggapi aspirasi warga tentang pencaplokan wilayah kabupaten Mimika, Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanis Helyanan, SE berjanji akan meneruskan aspirasi warga Kapiraya kepada pemerintah kabupaten Mimika.
“Masalah soal tapal batas wilayah kabupaten Mimika sudah beberapa kali dilakukan pertemuan untuk membahas soal ini, tapi hasil dari kunjungan ini akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah untuk bisa segera direspon,”ungkap Yohanis Felix Helyanan. (opa)
