Waket I DPRD Tidak Terima Ruangannya Dipalang

Timika (timikabisnis) – Wakil ketua I Aleks Tsenawatme tidak terima ruang kerjanya di palang oleh sejumlah anggota dewan. Jumat (30/7).

Kalau palang begini, nanti masyarakat nilai saya seolah-olah tidak mampu memimpin.

Hari senin saya akan panggil semua sekwan, staff dengan semua anggota dprd, untuk duduk sama-sama.

Aleks sangat menyayangkan aksi pemalangan ini, tadi pagi jam 8 saya ada dikantor, tapi ada undangan rapat PPKM di hotel Mozza jadi saya kesana.

Saya selalu ada dengan mereka untuk diskusi, kenapa palang ruangan saya.

Sebelumnya beberapa anggota DPRD Mimika, melakukan pemalangan ruangan Wakil Ketua I.

Aksi pemalangan ruangan Wakil Ketua I DPRD Mimika ini dikarenakan ada kekecewaan yang dirasakan anggota DPRD Mimika terhadap kepemimpinan Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, dan Sekretaris Dewan.

Pemalangan ruangan Wakil Ketua I dilakukan dengan memasang kayu dan daun seng.

Thobias Alberth Maturbongs mengatakan, pemalangan ini terjadi karena banyak hal yang terjadi di internal DPRD Mimika. Dimana kurangnya komunikasi dan koordinasi antara unsur pimpinan, Sekwan, dan Anggota DPRD.

“Kita semua anggota DPRD Mimika ingin ketemu unsur pimpinan, tidak bisa. Mereka (pimpinan DPRD Mimika) lari-lari. Yang ada hanya janji-janji dan tidak pernah terwujud. Bagaimana komunikasi yang baik antara unsur pimpinan dan anggota DPRD Mimika,” katanya.

Komunikasi dan koordinasi yang dimaksudkan ini dalam segala hal, mulai dari hak-hak anggota DPRD sampai kepada komunikasi biasa yang tidak pernah jalan.

Contoh terakhir kemarin, dimana ada kegiatan ke Jayapura untuk ketemu dengan Pemerintah Provinsi Papua dan yang lain tidak mengetahui. Serta hasilnya bagaimana, kita tidak tahu karena tidak ada penyampaian.

“Sebagai anggota DPRD Mimika ini kan kita satu organisasi, sehingga harus mengetahui apa hasilnya. Dan kami sebenarnya sudah sangat kecewa. Karena unsur pimpinan dan sekretariat Dewan, karena main kucing-kucingan dan saling lempar tanggungjawab,” tuturnya.

Jadi kita menginginkan antara anggota dan pimpinan DPRD Mimika ini kompak. Saling komunikasi dan koordinasi, untuk memecahkan suatu masalah.

“Kami harap, ada pertemuan antara pimpinan DPRD Mimika, Sekwan, dan anggota DPRD Mimika untuk melakukan evaluasi,” ujarnya.

Sementara Sasiel Abugau mengatakan, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II memiliki pemikiran lain-lain. Sehingga tidak bisa mengatur atau mengkoordinir dengan baik, mulai dari pekerjaan, tugas dan tanggungjawab, serta hak-hak teman-teman di DPRD Mimika.

Sehingga membuat, teman-teman ini merasa kecewa. Apalagi, kita ini mewakili rakyat dan untuk kepentingan daerah. Bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan.

“Stop sudah tipu-tipu. Karena kalau begini terus, maka bagaimana nasib kita di DPRD Mimika ini. Apalagi kami ini bukan anak kecil, tapi sudah orang tua. Jadi harus diatur secara baik dan dikomunikasikan dengan baik pula,” tegasnya.

“Pimpinan Dewan harus memiliki satu pemikiran, begitu juga dengan Sekretaris Dewan. Karena kalau tidak satu pemikiran, maka hancurlah daerah ini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Mimika lainnya, Yulian Salosa yang mengatakan, aksi pemalangan ruangan oleh teman-teman anggota DPRD ini terjadi karena ada beberapa hal. Namun, aksi ini merupakan unsur kekecewaan yang dirasakan teman-teman anggota DPRD.

Kekecewaan yang dimaksudkan, seperti belum ada keterbukaan dalam manajemen yang ada, baik di unsur pimpinan dan Sekwan untuk anggota DPRD Mimika.

“Dari itu, perlu ada evaluasi dan keterbukaan dari unsur pimpinan, Sekwan, dan kepala bagian. Agar kedepannya bisa menjadi lebih baik. Karena kekecewaan yang terjadi ini sudah pada puncaknya. Sehingga perlu ada evaluasi secepatnya agar tidak berkepanjangan,” ungkapnya. (don)

Administrator Timika Bisnis