Salossa : Disperindag Harus Ada Kebijakan Khusus Bagi Pedagang Mama mama Papua

Anggota DPRD Mimika dari Komisi C, Yulian Salossa/Foto : husyen opa

TIMIKA,(timikabisnis.com) – Anggota DPRD Mimika dari Komisi C, Yulian Salossa meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten Mimika bisa ada kebijakan khusus bagi pedagang Mama mama Papua yang berjualan di Pasar Sentral Timika terkait pemberlakuan tarif Portal Otomatis yang saat ini sedang diterapkan.

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Mimika melalui dinas terkait tehnis dapat menghadirkan strategi dan solusi, agar ke depan program Portal Otomatis di Pasar Sentral bisa kembali berjalan namun juga mengakomodir kepentingan para pedagang di pasar Sentral Timika,”kata Yulian Salossa kepada timikabisnis.com, Kamis (11/2).

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Mimika Julian Salossa, mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika untuk membuat kebijakan khusus bagi para pedagang Mama-mama Papua, terkait dengan diberlakukannya portal otomatis masuk dan keluar Pasar Sentral di Jalan Hassanuddin,”pintanya.

Terkait aksi protes yang dilakukan sejumlah pedagang Orang Asli Papua yang memalang portal di pasar itu, menurut Salossa aksi itu dilandasi pengalaman terbaru sejak portal itu berdiri.

“Pedagang merasa pembeli berkurang untuk masuk ke pasar Sentral, dan biaya transportasi ojek juga naik karena kalau harus mengantar sampai ke dalam pasar diharuskan membayar biaya retribusi di portal, dan juga menyita waktu apabila terjadi penumpukan antrian saat membayar retribusi di pintu keluar portal otomatis,”katanya.

Menurut Salossa, keuntungan berdagang Mama-mama itu dinilainya tidak seberapa. Dan sekarang harus terbebani pungutan retribusi sehingga keuntungan lebih menipis.

“Prinsipnya kami mendukung program Disperindag yang bisa menghasilkan PAD Mimika itu namun perlu dilakukan dievaluasi agar ada solusi atau strategi yang menghasilkan keberpihakan bagi pedagang Orang Asli Papua maupun pedagang nusantara lainnya di pasar itu,”jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, solusi besar lainnya adalah pemerintah memperkuat pasar-pasar tradisional yang telah dibangun sebelumnya seperti di Kwamki Lama, Pasar Gorong-gorong dan di SP 1. Hal ini agar dengan mudah para pedagang asli Papua dapat menjual jualan hasil kebunnya atau pun hasil tangkapan ikannya.

“Kebijakan pemerintah dinilainya perlu selalu dievaluasi agar dapat menghadirkan program yang menjangkau lebih banyak kepentingan warga terutama bagi Orang Asli Papua dan juga warga nusantara lainnya di daerah ini,”pinta Salossa.

Salossa menilai program portal otomatis di pasar sentral sudah bagus namun harus dikaji lebih lengkap lagi sehingga manfaatnya lebih besar bagi perkembangan daerah dan juga bagi kesejahteraan warga Mimika. (opa)

Administrator Timika Bisnis