Cegah Ancaman Karhutla di Musim Kemarau, Polres Mimika Tingkatkan Kesiapsiagaan

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau, Kepolisian Resor (Polres) Mimika bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Tahun 2026.

Apel gabungan tersebut digelar di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Mimika, Kamis (27/8/2026), dan dipimpin langsung Kapolres Mimika, Alredo Agustinus Rumbiak.

Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel dan peralatan sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Mimika.

Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting menyusul kondisi cuaca yang semakin kering di wilayah Papua Tengah.

Dalam arahannya, Alredo menyampaikan bahwa berdasarkan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Papua Tengah telah memasuki musim kemarau sejak awal Juni 2026 yang dipengaruhi oleh penguatan fenomena El Nino.

Penurunan curah hujan diperkirakan berlangsung hingga mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kekeringan dan kerawanan kebakaran, terutama di kawasan hutan, perkebunan maupun lahan pertanian.

Kapolres Mimika menegaskan, penanganan Karhutla tidak boleh hanya dilakukan setelah api membesar. Pencegahan dan deteksi dini harus menjadi prioritas seluruh unsur yang terlibat.

“Penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana kita mencegah agar kebakaran tidak terjadi. Edukasi, sosialisasi, pemetaan wilayah rawan dan patroli harus terus diperkuat,” tegas Alredo.

Untuk memperkuat pencegahan, jajaran terkait diminta meningkatkan patroli terpadu serta melakukan pemantauan secara berkelanjutan terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Setiap potensi titik api diharapkan dapat diketahui sedini mungkin sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi kehutanan, dunia usaha, serta tokoh masyarakat juga menjadi perhatian dalam apel tersebut.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar setiap unsur memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menghadapi potensi maupun bencana Karhutla.

Dari sisi kesiapan operasional, seluruh peralatan pendukung juga diminta selalu dalam kondisi siap digunakan. Pengecekan secara berkala perlu dilakukan sehingga personel dan sarana dapat segera dikerahkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, Alredo mengingatkan personel untuk tetap mengedepankan profesionalisme, responsivitas dan pendekatan humanis.

Keselamatan petugas serta perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan, kata dia, harus menjadi perhatian dalam setiap pelaksanaan penanganan Karhutla.

Selain langkah pencegahan dan penanggulangan, Polres Mimika memastikan aspek penegakan hukum tetap menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla.

Pihak yang terbukti dengan sengaja maupun karena kelalaiannya menyebabkan kebakaran akan diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Apel gelar pasukan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan, keselamatan dan kehidupan masyarakat.

“Dengan sinergi yang kuat dan kesiapan yang benar-benar terukur, kita berharap setiap potensi Karhutla dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin. Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan sekaligus melindungi masyarakat Kabupaten Mimika,” pungkasnya.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *