MIMIKA,(timikabisnis.com) – Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Indonesia (Hisfarsi) Papua Tengah menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I di Hotel Horison Ultima Timika, Senin (1/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para apoteker rumah sakit untuk memperkuat profesionalisme, menyusun program kerja organisasi, serta mendorong inovasi pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Mukerda I Hisfarsi Papua Tengah dihadiri pengurus dan anggota organisasi, perwakilan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), serta unsur pemerintah daerah. Pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila dinilai semakin memperkuat komitmen tenaga kefarmasian dalam mengimplementasikan nilai-nilai persatuan, gotong royong, kemanusiaan, dan keadilan sosial dalam pelayanan kesehatan.
Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Papua Tengah, APT. Jeuquline Octoviana Tentua, S.Si., M.H.Kes., mengatakan farmasi rumah sakit memiliki peran strategis dalam sistem pelayanan kesehatan. Selain mengelola obat dan perbekalan kesehatan, apoteker juga berperan memastikan penggunaan obat yang rasional, aman, dan efektif bagi pasien.
“Dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi kesehatan, dan tantangan pelayanan yang semakin kompleks, keberadaan Hisfarsi menjadi sangat penting sebagai wadah pengembangan kompetensi, penguatan jejaring profesional, serta sarana kolaborasi antarapoteker rumah sakit,” ujarnya.
Menurut Jeuquline, kondisi geografis Papua Tengah yang cukup menantang menuntut adanya inovasi, kolaborasi, dan dedikasi seluruh tenaga kefarmasian agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi, termasuk layanan telefarmasi, dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses pelayanan kefarmasian, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Mukerda I Hisfarsi Papua Tengah.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi pelayanan kesehatan di Papua Tengah, khususnya dalam menjawab keterbatasan akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah.
Fransiskus menegaskan bahwa apoteker memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, tidak hanya dalam pengelolaan obat, tetapi juga sebagai mitra tenaga medis dalam menjamin keselamatan pasien.
“Kami berharap kegiatan ini menghasilkan gagasan dan rekomendasi terbaik demi kemajuan pelayanan kefarmasian rumah sakit di Papua Tengah, sekaligus memperkuat sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi kesehatan,” tandasnya.
Melalui Mukerda I ini, Hisfarsi Papua Tengah diharapkan mampu merumuskan program kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi kesehatan serta memperkuat peran apoteker dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Papua Tengah.(Liddya Bahy)

