MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten Mimika kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui serah terima jabatan (sertijab) delapan kepala distrik yang dipimpin langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem), Kamis (30/4/2026).
Pergantian pejabat ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat distrik, dengan penekanan utama pada peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa kepala distrik memiliki peran strategis sebagai representasi pemerintah yang hadir langsung di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga aktif turun ke lapangan dan memastikan pelayanan berjalan optimal.
Menurut Johannes, masih terdapat keluhan masyarakat terkait minimnya kehadiran sejumlah kepala distrik di wilayah tugas masing-masing. Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan serius yang harus segera dibenahi agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga.
“Kepala distrik adalah wajah pemerintah di tengah masyarakat. Kehadiran di lapangan bukan pilihan, tetapi kewajiban. Masyarakat hanya ingin didengar, dilayani, dan merasakan kehadiran pemerintah secara nyata,” tegas Johannes Rettob.
Ia juga menekankan pentingnya integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan. Menurutnya, kepala distrik harus mampu memahami persoalan masyarakat secara langsung dan cepat mengambil langkah penyelesaian di wilayah masing-masing.
Bupati menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja kepala distrik akan dilakukan secara berkala. Pemerintah daerah, kata dia, tidak akan segan mengambil langkah tegas terhadap pejabat yang tidak menjalankan tugas dengan baik.
Selain itu, para kepala distrik juga diminta untuk menetap di wilayah kerja masing-masing agar lebih memahami kondisi sosial masyarakat serta dapat merespons kebutuhan dan persoalan secara cepat dan tepat.
Johannes mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada masyarakat dan secara moral kepada Tuhan.
“Ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Tidak hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada masyarakat dan kepada Tuhan,” ujarnya.
Adapun delapan kepala distrik yang mengikuti sertijab yakni:
1. Distrik Mimika Timur: dari Yulius Katagame kepada Priska Kum
2. Distrik Jita: dari Suto Rontiti kepada Yunus Edoae
3. Distrik Jila: dari Hasan Kemong kepada Enus Lokobal
4. Distrik Amar: dari Aswin Talahatu kepada Obet Oktopianus Murmana
5. Distrik Agimuga: dari Paulus Kilangin kepada Aryanus Katagame
6. Distrik Mimika Barat Tengah: dari Lukas Muyapa kepada Sem Naroba
7. Distrik Mimika Tengah: dari Tobias Bakal kepada Lukas Muyapa
8. Distrik Tembagapura: dari Thobias Yawame kepada Devricat Tatiratu.
Pergantian delapan kepala distrik tersebut diharapkan membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan, memperkuat kehadiran negara, serta mendekatkan pemerintah dengan masyarakat di setiap wilayah distrik.(Liddya Bahy)

