MIMIKA, (timikabisnis.com)- Penyaluran bantuan sosial melalui skema kearifan lokal tahap I kembali dilakukan PT Pos Indonesia Cabang Timika sebagai upaya menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses.
Bantuan tersebut menjangkau 11 distrik yang tersebar di daerah pegunungan maupun pesisir.
Sebanyak 1.234 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan dalam penyaluran tahap pertama tahun 2026 ini dengan total nilai mencapai Rp. 1.142.750.000
Adapun jenis bantuan yang disalurkan berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan terdiri dari beberapa kategori, yakni bantuan sembako serta kombinasi sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH). Nilai bantuan yang diterima setiap KPM pun bervariasi.
Ketua Satgas Penyaluran Kearifan Lokal Sembako PKH tahap I 2026, Susi Nurlela Sitompul, menjelaskan bahwa nominal bantuan yang diterima setiap keluarga tidak sama, karena disesuaikan dengan kategori dan jumlah anggota keluarga.
“Jenisnya ada empat. Itu sudah ditentukan dari pusat. Misalnya kategori A dan B, untuk kategori B menerima Rp600 ribu, sedangkan kategori A merupakan gabungan sembako dan PKH, sehingga jumlahnya berbeda tergantung jumlah anggota keluarga,” ujarnya.
Untuk bantuan sembako reguler, setiap KPM menerima Rp200 ribu per bulan atau Rp600 ribu setiap tiga bulan. Sementara penerima yang juga terdaftar dalam program Sembako plus PKH bisa memperoleh 800rb hingga 2.1 jutaan.
Susi menegaskan bahwa data penerima bantuan disiapkan oleh Dinas Sosial, kemudian diproses oleh Kementerian Sosial dan diteruskan kepada PT Pos Indonesia untuk pelaksanaan penyaluran di daerah.
“Datanya dari Dinas Sosial, kemudian dikirim ke kementerian, lalu diteruskan ke PT Pos di pusat. Kami di daerah hanya menjalankan penyaluran,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan geografis menjadi salah satu kendala dalam distribusi bantuan, terutama untuk menjangkau kampung-kampung terpencil. Oleh karena itu, penyaluran dilakukan dengan pendekatan kearifan lokal, yakni melalui aparat distrik setempat untuk kemudian diserahkan kepada masyarakat.
Meski demikian, pada tahap berikutnya Kantor Pos Timika berencana menyalurkan bantuan secara langsung di wilayah Kokonao. Dengan begitu, distrik-distrik di sekitarnya dapat lebih mudah mengakses bantuan.
“Untuk tahap selanjutnya, kami akan turun langsung di Kokonao, sehingga distrik sekitar bisa datang ke sana. Melalui skema kearifan lokal ini, diharapkan bantuan sosial dapat tetap tersalurkan secara tepat sasaran meskipun menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses di wilayah pedalaman,” pungkasnya. (Lyddia Bahy).

