MIMIKA,timikabisnis.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Anton N. Alom, menerima sejumlah aspirasi masyarakat saat melakukan reses tahap I tahun 2026 di Distrik Alama, Kamis (12/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Anton mengaku awalnya berencana menuju pusat Distrik Alama. Namun karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, pesawat yang ditumpanginya hanya bisa mendarat di Kampung Bela.
“Seharusnya saya turun di pusat distrik, tetapi karena cuaca tidak memungkinkan sehingga pesawat hanya sampai di Bela,” ujar Anton kepada wartawan di Kantor DPRK Mimika, Kamis (12/3/2026)
Dalam kesempatan itu, Anton juga menyerahkan bantuan berupa uang dan logistik kepada Klasis Alama yang akan melaksanakan Rapat Kerja Klasis (Raker) ke-3. Bantuan tersebut diberikan setelah sebelumnya pihak klasis mengajukan proposal kepadanya.
“Saya turun di Bela dan menyerahkan bantuan karena sebelumnya ada proposal yang masuk kepada saya terkait pelaksanaan Raker Klasis Alama,” katanya.
Selain menyerahkan bantuan, Anton juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat Distrik Alama. Salah satu aspirasi utama yang disampaikan adalah kebutuhan transportasi udara berupa layanan pesawat helikopter yang dapat melayani wilayah tersebut.
“Masyarakat berharap ada pelayanan pesawat helikopter ke Distrik Alama,” ungkapnya.
Di sektor pendidikan, Anton Alom memyampaikan, masyarakat mengusulkan pembangunan dan penambahan sarana pendidikan, di antaranya pembangunan Sekolah Dasar (SD) di Kampung Ginn, penambahan gedung SD di Kampung Bela 1, serta pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Distrik Alama.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan akan infrastruktur dasar seperti penerangan listrik, penyediaan air bersih, serta pembangunan rumah layak huni bagi warga.
Anton menambahkan, masyarakat juga berharap lapangan terbang di Kampung Bela yang hampir selesai dibangun dapat dimanfaatkan untuk melayani pendaratan pesawat.
“Lapangan di Bela sudah hampir hampir finishing, masyarakat berharap bisa dimanfaatkan untuk pelayanan pesawat,” jelasnya.
Selain melakukan kunjungan reses, Anton juga menginisiasi pengadaan ribuan Alkitab yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia ke dalam bahasa daerah Damal/Amungme (Amungkal) agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat setempat.
“Alkitab yang dicetak jumlahnya ribuan dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa daerah,” pungkasnya.(Anis Batalotak)

