MIMIKA,(timikabisnis.com) – Memperat silaturahmi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Hj. Rampeani Rachman, Spd menggelar kegiatan Halal Bi Halal Lebaran 1000 Ketupat bersama masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Distrik Mimika Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Rampeani Rachman, di Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur – Kabupaten Mimika – Provinsi Papua Tengah, pada Sabtu (5/4/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau,A.MD,dan Anggota DPRK Mimika, Herman Gafur, SE, Adrian Andhik Thie, Sst.Par, Benyamin Sarira,SE, Yan Pieterson Laly,ST serta Para Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, dan ratusan warga dari kampung Kaugapu dan sekitarnya.
Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapareyau,A.MD dalam sambutanya mengungkapkan, Dengan adanya acara ini sebagai momen silaturahmi untuk memperkuat kebersamaan tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan golongan.
“Meskipun lebaran telah berlalu, hari ini kita berkumpul dari berbagai kalangan untuk bersilaturahmi. Di sini, tidak ada perbedaan antara kita semua.kita adalah satu untuk membangun Kabupaten Mimika.Kami hadir bukan hanya untuk masyarakat Dapil 6, tetapi untuk seluruh masyarakat Mimika,” ungkap Primus.
Dikatakan Primus bahwa, DPR sebagai representasi masyarakat, sehingga diharapkan agar masyarakat dapat memberikan masukan yang positif untuk Kabupaten Mimika kedepan.
“Kami mau masyarakat dapat memberikan informasi informasi positif dan kami akan lanjutkan ke pemerintah untuk pembangunan Kabupaten Mimika kedepan lebih baik lagi,”ungkapnya.
Sementara itu, Hj. Rampeani Rachman Anggota DPRK Mimika menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya acara ini. “Kami bersyukur bisa menjalin silaturahmi dalam momen open house ini. Semoga kerukunan antarumat beragama dan toleransi di masyarakat semakin erat,”ungkapnya.
Ia mengatakan, Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara sesama, serta meningkatkan toleransi.
“Acara ini merupakan tradisi yang sudah dijalankan setiap tahun, yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat,”tuturnya.
Kemudian, Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri athoriq pada kesempatan tersebut menyampakan bahwa Pemerintah Distrik Mimika Timur dibawa kepemimpinannya telah membentuk tim yang dinamai ‘Tim Pengamanan Hari Besar Keagamaan.
Dimana tim tersebut katanya berjumlah 125 orang yang terdiri personil polsek, koramil, pemerintah Distrik dan ormas Ormas yang ada di Mimika Timur serta Linmas dan Pemerintah Kampung.
“Tujuannya adalah untuk mempersatukan keragaman yang ada di Mimika Timur. Karena di Wilayah Distrik Mimika Timur ini semua suku, budaya ada di sini, Sehingga kita bersatu tanpa melihat latar belakang,” sebutnya.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut, dihadapan Ketua dan Anggota DPRK Mimika, Kadistik Miktim, Bakri athoriq menyampaikan program utama Distrik Miktim yang diusulkan pada kegiatan musrenbang di tingkat kabupaten pada beberapa waktu adalah pelebaran jalan poros SP 1 – Mapurjaya – Poumako
“Ini adalah program utama yang kemarin saya sudah usulkan pada musrenbang, yaitu pelebaran jalan Poros dari Poumako – SP 1,” ungkapnya.
Menurutnya, Distrik Mimika Timur (Miktim) ini adalah salah satu Distrik tertua tapi pembangunan di Miktim dilihat sangat terbelakang sekali, Beda dengan Distrik Distrik yang ada di kota.
“Baru baru ini kita sudah sampaikan kepada pemerintah kabupaten melalui Bappeda, namun dari Bappeda sampaikan bahwa ini tanggungjawab propinsi atau nama lain bahwa jalan poros SP 1 – Mapurjaya – Poumako adalah jalan propinsi,” katanya.
Lanjut Kata Dia, Sehingga pada kesempatan ini diharapkan agar sama sama memerjuangkan ke provinsi.
“Kita sama sama berjuang untuk kepentingan masyarakat. Karena selama ini. Yang saya perhatikan, jalan kita ini termasuk jalan utama sebagai salah satu akses ekonomi. Dimana banyak truk dengan muatan muatan berat yang seriing melintas jalan ini ditambah juga dengan kesadaran pengguna jalan sangat minim, ini perlu diperhatikan bersama sama,”ujarnya.
Ia merasa miris sebab Distrik Mimika Timur dicap sebagai produksi minuman lokal (milo) .
“Tahun kemarin (red) kita sudah lakukan sidak pada pabrik milo. Milo ini adalah satu hal sangat miris sebab kita di Miktim di cap sebagai produksi milo terbesar, Ini saya sangat sedih.
Untuk mengurangi hal tersebut perlu adanya kerjasama dari semua pihak hingga ciptakan suasana baru seperti adahya lapangan kerja, agar peredaran milo ini berkurang,”ujarnya.
Selain itu, Kadistrik Miktim menyampaikan bahwa Pemerintah Distrik telah memyiapkan tempat perekaman E- KTP yang berlokasi di Kampung Hiripau dan ada sistim Mobile.
“Kedepan, kita akan adakan perekaman E- KTP yang akan berlokasi di Hiripau dan sistem Mobile,” tuturnya. (Red)

