Ketua DPRD Kabupaten Mimika, Anton Bukaleng,S.Sos,M.Si/Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) kabupaten Mimika tahun 2024 yang telah ditetapkan pada Rapat Paripurna IV Masa Sidang I sebesar Rp 7.5 triliun dimana program prioritasnya adalah sektor pemberdayaan ekonomi dengan menitik beratkan pada ketahanan pangan lokal.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPRD Kabupaten Mimika, Anton Bukaleng,S.Sos,M.Si dalam sambutannya pada penutupan Rapat Paripurna IV Masa Sidang I Tentang Pendapat Akhir Fraksi di ruang kantor DPRD Mimika, Kamis (18/1/2024).
Menurut Anton, DPRD kabupaten Mimika dan pemerintah daerah kabupaten Mimika telah menyetujui dan menetapkan Perda APBD kabupaten Mimika tahun anggaran 2024 dengan penanda tanganan nota Kesepakatan bersama tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA)) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Mimika Tahun anggaran 2024.
“Nota keuangan yang telah disepakati dalam APBD Kabupaten Mimika tahun anggaran 2024 mencakup rencana pendapatan dan Rencana pengeluaran pembiayaan kabupaten Mimika Sesuai dengan Permendagri Permendagri nomor 15 tahun 2023 tentang pedoman Penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun Anggaran 2024, RPJMD, RKPAD tahun 2024, maupun KUA dan PPAS yang telah disepakati bersama,”sebutnya.
Penyusunan RAPBD dalam tahun 2024 salah satu program prioritas kabupaten Mimika adalah pemberdayaan ekonomi dengan menitik beratkan Pada ketahanan pangan lokal
“Program tersebut sejalan dengan Program nasional yaitu percepatan pemulihan ekonomi, dengan Penguataan reformasi struktural dengan tetap memprioritaskan Sektor karakteristik bermuatan lokal dan pangan lokal sektor Kesehatan, sektor perlindungan sosial bagi masyarakat, Peningkatan sdm, peningkatan infrastruktur dan sektor lainnya,”katanya.
Ketua DPRD Mimika mengharapkan program prioritas ini menjadi perhatian bagi Pemerintah daerah kabupaten Mimika untuk meningkatkan daya saing dengan daerah/kabupaten yang lain.
Melalui sidang paripurna, kiranya dapat dijadikan momentum untuk memantapkan langkah dan saling bersinergi dalam upaya Pencapaian tujuan pembangunan daerah.
“Untuk mewujudkannya, bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab kita semua sesuai dengan profesi dan tugas kita masing-masing, marilah kita bergandeng tangan, berpartisipasi Melakukan yang terbaik agar dapat mewujudkan mimika yang lebih baik lagi,”pesannya. (opa)
